dn2:37.0 4.2. Buah Kehidupan Pertapa yang Kedua
dn2:37.1 “Tetapi, Bhante, dapatkah Yang Mulia menunjukkan buah kehidupan pertapa lainnya yang juga terlihat langsung dalam kehidupan ini?”
dn2:37.2 “Dapat, O Maharaja.
dn2:37.3 “Baiklah, Maharaja, Aku akan bertanya kepadamu tentang hal ini. Jawablah sebagaimana yang menurutmu tepat.”
dn2:37.4 Bagaimana menurutmu, Baginda Raja?
dn2:37.5 Misalkan engkau memiliki seorang petani, seorang perumah tangga, seorang pekerja keras, yang mengumpulkan kekayaan.
dn2:37.6 Ia akan berpikir:
dn2:37.7 ‘Sungguh menakjubkan, sungguh mengagumkan, buah dan akibat dari perbuatan baik!
dn2:37.8 Sebab Raja Ajātasattu dari Magadha, putra Videhi, adalah manusia, dan aku pun manusia.
dn2:37.9 Padahal raja Magadha, Ajātasattu, putra Videhi, itu bersenang-senang, dipenuhi dan dilengkapi dengan lima jenis kenikmatan indria, bagaikan dewa.
dn2:37.10 Sedangkan aku ini hanyalah seorang petani, perumah tangga, pekerja keras, yang menumpuk kekayaan.
dn2:37.11 Sudah sepantasnya aku melakukan perbuatan baik.
dn2:37.12 Alangkah baiknya jika aku mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.”
dn2:37.13 Maka pada kemudian hari, setelah meninggalkan harta kekayaan yang sedikit atau banyak, setelah meninggalkan kerabat yang sedikit atau banyak, ia mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.
dn2:37.14 Setelah meninggalkan keduniawian, ia akan hidup dengan terkendali dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, merasa puas dengan sekadar makanan dan pakaian, dan bergembira dalam kesunyian.
dn2:37.15 Dan seandainya orang-orangmu melaporkan hal ini kepadamu:
dn2:37.16 'Yang Mulia, ketahuilah bahwa orang yang dahulu adalah petani, perumah tangga, pekerja, dan pengumpul kekayaan itu,
dn2:37.17 ia, Yang Mulia, telah mencukur rambut dan janggutnya, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.
dn2:37.18 Setelah meninggalkan keduniawian, ia hidup dengan terkendali dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, merasa puas dengan sekadar makanan dan pakaian, dan bergembira dalam kesunyian.'
dn2:37.19 Apakah engkau akan berkata kepada mereka:
dn2:37.20 ‘Bawalah orang itu kepadaku! Biarlah ia kembali menjadi petani, perumah tangga, pekerja keras, yang membangun kekayaannya’?”



