dn2:23.1 Ketika hal ini dikatakan, Bhante, Ajita Kesakambala berkata kepadaku:
dn2:23.2 ‘Maharaja, tidak ada makna dalam pemberian, persembahan, atau kurban. Tidak ada buah maupun akibat dari perbuatan baik dan buruk. Tidak ada kehidupan setelah kematian. Tidak ada yang namanya ibu dan ayah, atau makhluk yang terlahir secara spontan. Dan tidak ada petapa atau brahmana yang berperilaku benar dan berlatih dengan benar, yang menggambarkan kehidupan setelah kematian setelah menyadarinya dengan kebijaksanaan mereka sendiri.
dn2:23.3 Manusia ini terdiri dari empat unsur utama. Ketika ia meninggal, unsur tanah dalam tubuhnya menyatu dan melebur dengan substansi tanah; unsur air dalam tubuhnya menyatu dan melebur dengan substansi air; unsur api dalam tubuhnya menyatu dan melebur dengan substansi api; unsur angin dalam tubuhnya menyatu dan melebur dengan substansi angin; dan indria-indria berpindah ke ruang angkasa.
dn2:23.4 Empat orang dengan usungan membawa jenazah pergi.
dn2:23.5 Jejak kaki mereka terlihat menuju tempat pembakaran mayat.
dn2:23.6 Tulang-belulang menjadi memutih, persembahan kepada para dewa berakhir menjadi abu.
dn2:23.7 Memberi adalah ajaran orang-orang bodoh.
dn2:23.8 Bagi mereka, siapa pun yang menegaskan ajaran tentang keberadaan hanyalah omong kosong, dusta, dan sia-sia belaka.
dn2:23.9 Baik orang bodoh maupun orang bijaksana, setelah hancurnya tubuh, akan lenyap dan musnah, tidak ada lagi setelah kematian.’



