‹
DN 2

Sāmaññaphalasutta

Samaññaphala Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 2
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu diskursus terpanjang dan terpenting dalam Digha Nikaya. Bacalah dengan perlahan, bayangkan Anda sedang duduk di pendopo bersama raja yang gelisah, dan ikuti alur penjelasan Buddha yang disusun secara sistematis dan mendalam tentang apa arti sebenarnya dari kehidupan pertapaan yang membuahkan hasil.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Ajātasattu dari Magadha, di malam purnama yang indah, merasa gelisah dan ingin mencari ketenangan batin. Ia bertanya kepada para menterinya tentang petapa atau brahmana yang layak dikunjungi. Setelah mendengar usulan tentang enam guru terkenal, ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Buddha atas saran Jīvaka. Di hadapan Buddha, ia menceritakan kekecewaannya atas jawaban para guru lain tentang 'buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung', lalu Buddha menjelaskan berbagai tingkatan buah tersebut, mulai dari kebebasan seorang budak hingga pencapaian pengetahuan tertinggi yang mengakhiri kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn2:35.1 What do you think, Great King?

dn2:35.2 Suppose you had a person who was a bondservant, a worker. They get up before you and go to bed after you, and are obliging, behaving nicely and speaking politely, and gazing up at your face.

dn2:35.4 ‘The outcome and result of good deeds is just so incredible, so amazing!

dn2:35.5 For this King Ajātasattu is a human being, and so am I.

dn2:35.6 Yet he amuses himself, supplied and provided with the five kinds of sensual stimulation as if he were a god.

dn2:35.7 Whereas I’m his bondservant, his worker. I get up before him and go to bed after him, and am obliging, behaving nicely and speaking politely, and gazing up at his face.

dn2:35.8 I really should do good deeds.

dn2:35.9 Why don’t I shave off my hair and beard, dress in ocher robes, and go forth from the lay life to homelessness?’

dn2:35.10 After some time, that is what they do.

dn2:35.11 Having gone forth they’d live restrained in body, speech, and mind, living content with nothing more than food and clothes, delighting in seclusion.

dn2:35.12 And suppose your men were to report all this to you.

dn2:35.17 ‘Bring that person to me! Let them once more be my bondservant, my worker’?”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.