dn29:25.0 10. Manfaat Penikmatan Kesenangan
dn29:25.1 Mungkin saja, Cunda, para pengembara dari agama lain akan berkata:
dn29:25.2 'Sahabat, bagi mereka yang hidup dengan menikmati kesenangan dalam empat cara ini, berapa banyak buah dan manfaat yang dapat diharapkan?'
dn29:25.3 Wahai Cunda, kepada para pengembara pengikut ajaran lain yang berbicara demikian, hendaknya kalian katakan:
dn29:25.4 ‘Sahabat-sahabat, bagi mereka yang hidup dengan mengikuti empat cara pemuasan kesenangan ini, empat buah dan empat manfaat dapat diharapkan.
dn29:25.5 Apakah empat itu?
dn29:25.6 Para sahabat, di sini, dengan hancurnya tiga belenggu, seorang bhikkhu menjadi seorang pemasuk arus, tidak akan lagi terlahir di alam rendah, pasti menuju pencerahan.
dn29:25.7 Ini adalah buah pertama dan manfaat pertama.
dn29:25.8 Selanjutnya, para sahabat, seorang bhikkhu—dengan hancurnya tiga belenggu serta melemahnya nafsu, kebencian, dan delusi—menjadi seorang sakadāgāmī (yang kembali sekali). Ia kembali ke dunia ini hanya sekali, kemudian mengakhiri penderitaan.
dn29:25.9 Ini adalah buah kedua dan manfaat kedua.
dn29:25.10 Selanjutnya, para sahabat, dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, seorang bhikkhu terlahir spontan dan akan mencapai parinibbāna di alam tersebut, tidak akan kembali lagi dari alam itu.
dn29:25.11 Ini adalah buah ketiga dan manfaat ketiga.
dn29:25.12 Selanjutnya, para sahabat, seorang bhikkhu—dengan hancurnya kekotoran batin—merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa kekotoran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan setelah menyaksikannya sendiri dengan pengetahuan langsung dalam kehidupan ini, ia berdiam di dalamnya.
dn29:25.13 Inilah buah keempat dan manfaat keempat.
dn29:25.14 Demikianlah, para sahabat, bagi mereka yang hidup menekuni empat cara menikmati kesenangan ini, empat buah dan empat manfaat ini dapat diharapkan.”


