dn27:7.1 Akan tetapi, Vāseṭṭha, di tengah keempat kasta ini yang demikian saling bercampur, dengan sifat-sifat gelap dan terang, yang dicela oleh para bijaksana dan yang dipuji oleh para bijaksana, terdapatlah apa yang dikatakan oleh para brahmana:
dn27:7.2 ‘Hanya brahmana yang merupakan kasta tertinggi; kasta-kasta lainnya lebih rendah;
dn27:7.3 hanya brahmana yang merupakan kasta terang; kasta-kasta lainnya gelap;
dn27:7.4 hanya brahmana yang suci, bukan yang bukan brahmana.
dn27:7.5 Hanya para brahmana yang merupakan putra-putra kandung Brahmā, lahir dari mulutnya, terlahir dari Brahmā, diciptakan oleh Brahmā, pewaris Brahmā.’
dn27:7.6 Orang-orang bijaksana tidak membenarkan hal ini.
dn27:7.7 Apakah alasannya?
dn27:7.8 Karena, Vāseṭṭha, dari keempat golongan ini, siapa pun yang menjadi bhikkhu, seorang arahat yang telah menghancurkan kekotoran batin, telah menyelesaikan perjalanan spiritual, telah melakukan apa yang harus dilakukan, telah meletakkan beban, telah mencapai tujuan tertinggi, telah memutuskan belenggu kelahiran kembali sepenuhnya, dan terbebaskan dengan benar melalui kebijaksanaan sempurna—ia dinyatakan sebagai yang tertinggi di antara mereka, sesuai dengan Dhamma, bukan bertentangan dengan Dhamma.
dn27:7.9 Sebab Dhamma, Vāseṭṭha, adalah yang terbaik bagi manusia, baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan yang akan datang.
dn27:7.10 Dan inilah, Vāseṭṭha, cara untuk memahami hal ini, bahwa Dhamma-lah yang tertinggi di antara manusia, baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan yang akan datang.


