dn26:6.1 Kemudian, para bhikkhu, raja yang telah dinobatkan dengan upacara pemahkotaan itu bangkit dari tempat duduknya, merapikan jubahnya di satu bahu, mengambil kendi upacara dengan tangan kiri, dan memercikkan air ke harta roda dengan tangan kanannya, sambil berkata,
dn26:6.2 ‘Berputarlah, O harta roda yang mulia! Taklukkanlah, O harta roda yang mulia!’
dn26:6.3 Kemudian, para bhikkhu, harta roda itu berputar menuju arah timur, dan raja pemutar roda mengikutinya bersama dengan pasukan empat angkatan. Di tempat mana pun harta roda itu berhenti, di situlah raja pemutar roda berdiam bersama dengan pasukan empat angkatannya.
dn26:6.4 Dan raja-raja lawan di arah timur, para bhikkhu, datang menghampiri raja pemutar roda dan berkata,
dn26:6.5 ‘Mari, Raja Agung! Selamat datang, Raja Agung! Kami milikmu, Raja Agung, perintahlah kami.’
dn26:6.6 Raja pemutar roda berkata,
dn26:6.7 ‘Jangan membunuh makhluk hidup. Jangan mengambil yang tidak diberikan. Jangan berbuat asusila dalam hal nafsu. Jangan berbicara dusta. Jangan meminum minuman keras. Dan nikmatilah apa yang telah menjadi hakmu sesuai dengan apa yang telah kamu makan.’
dn26:6.8 Dan sungguh, para bhikkhu, raja-raja yang menentang di arah timur itu menjadi pengikut setia raja pemutar roda.

