dn26:3.1 Kemudian, para bhikkhu, setelah berlalu bertahun-tahun, beratus-ratus tahun, beribu-ribu tahun, Raja Daḷhanemi memanggil salah seorang pengawalnya dan berkata,
dn26:3.2 ‘Wahai pengawal, apabila engkau melihat permata roda surgawi telah mundur dan tergelincir dari tempatnya, maka beritahukanlah kepadaku.’
dn26:3.3 ‘Baik, Baginda,’ jawab pengawal itu kepada Raja Daḷhanemi.
dn26:3.4 Para bhikkhu, setelah berlalu bertahun-tahun, beratus-ratus tahun, beribu-ribu tahun, pengawal itu melihat permata roda surgawi telah mundur dan tergelincir dari tempatnya. Setelah melihatnya, ia mendatangi Raja Daḷhanemi; setelah mendatanginya, ia berkata kepada Raja Daḷhanemi:
dn26:3.5 ‘Mohon Baginda mengetahui, permata roda surgawi Baginda telah mundur dan tergelincir dari tempatnya.’
dn26:3.6 Kemudian, para bhikkhu, Raja Daḷhanemi memanggil pangeran putra sulungnya dan berkata,
dn26:3.7 ‘Wahai pangeran, kabarnya roda permata surgawi milikku telah mundur dan tergelincir dari tempatnya.
dn26:3.8 Aku telah mendengar bahwa
dn26:3.9 Ketika hal ini terjadi pada seorang raja pemutar roda, ia tidak akan berumur panjang.
dn26:3.10 Aku telah menikmati kenikmatan manusiawi. Kini saatnya bagiku untuk mencari kenikmatan surgawi.
dn26:3.11 Mari, anakku, perintahlah bumi yang dikelilingi samudra ini.
dn26:3.12 Adapun aku, setelah mencukur rambut dan janggut, mengenakan jubah kuning, akan meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.’
dn26:3.13 Kemudian, para bhikkhu, Raja Daḷhanemi, setelah dengan saksama menasihati pangeran putra sulungnya dalam pemerintahan kerajaan, mencukur rambut dan janggutnya, mengenakan jubah kuning, dan meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.
dn26:3.14 Para bhikkhu, tujuh hari setelah raja itu meninggalkan keduniawian, permata roda surgawi itu lenyap.

