Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 25
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita menyaksikan sebuah perdebatan yang menegangkan antara Buddha dan seorang pengembara yang sombong. Perhatikan bagaimana Buddha menggunakan pertanyaan lawannya sendiri untuk mengajarkan Dhamma, dan bagaimana Beliau secara bertahap membimbing dari praktik lahiriah menuju pemurnian batin yang mendalam.
Sutta ini berkisah tentang kunjungan perumah tangga Sandhāna ke tempat berkumpul para pengembara yang dipimpin Nigrodha. Saat itu, Nigrodha dengan sombong meremehkan kemampuan Buddha. Buddha, yang mendengar percakapan itu dari kejauhan, datang dan dengan bijaksana membalikkan keadaan. Beliau tidak langsung membela diri, melainkan mengajak Nigrodha berdiskusi tentang praktik pertapaan mereka sendiri, menunjukkan kekurangan-kekurangannya, lalu mengarahkan pada pemurnian batin yang sejati hingga mencapai puncak kehidupan spiritual.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Selanjutnya, Nigrodha, seorang petapa ketika Yang Tathāgata atau siswa Yang Tathāgata membabarkan Dhamma, ia menyetujui cara yang sah yang patut diterima …
Furthermore, a mortifier agrees with the way that the Realized One or their disciple teaches Dhamma when they make a valid point.
“Addhā kho, bhante, evaṁ sante tapojigucchā parisuddhā hoti no aparisuddhā, aggappattā ca sārappattā cā”ti.
“Tentu saja, Bhante, jika demikian, praktik pertapaan yang menjijikkan terhadap dosa itu murni, bukan tidak murni; ia telah mencapai puncak dan inti sarinya.”
“Clearly, sir, it is purified. It has reached the peak and the pith.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.