dn25:20.0 4. Nigrodha Merasa Putus Asa
dn25:20.1 Ketika perumah tangga Sandhāna mengetahui,
dn25:20.2 “Jelas sekali, kini para pengembara dari aliran lain ini ingin mendengarkan apa yang disampaikan oleh Bhagavā. Mereka sungguh-sungguh mendengarkan dan berusaha memahami!”
dn25:20.3 Kemudian ia berkata kepada pengembara Nigrodha,
dn25:20.4 “Demikianlah, Yang Mulia Nigrodha, apa yang engkau katakan kepadaku:
dn25:20.5 ‘Tentu saja, perumah tangga, engkau seharusnya lebih tahu! Dengan siapakah petapa Gotama berbicara? Dengan siapakah ia berdiskusi? Dengan siapakah ia mencapai kejernihan kebijaksanaan?
dn25:20.6 Tinggal di gubuk-gubuk kosong telah merusak kebijaksanaan petapa Gotama. Tidak sering mengunjungi kumpulan orang, ia tidak mampu mengadakan diskusi. Ia hanya bersembunyi di pinggiran.
dn25:20.7 Bagaikan seekor sapi bermata satu yang berkeliling di tepi, hanya mendiami daerah pinggiran.
dn25:20.8 Demikian pula, kebijaksanaan Petapa Gotama kosong belaka, ia tidak bergaul dengan khalayak ramai, tidak layak untuk diajak berdialog; ia hanya mendiami daerah pinggiran.
dn25:20.9 Silakan, tuan rumah, biarkan petapa Gotama datang ke pertemuan ini. Aku akan menenggelamkannya dengan satu pertanyaan saja! Aku akan menggulingkannya dan membungkusnya seperti periuk kosong!”
dn25:20.10 Sekarang Yang Bhagavā, yang sempurna dan tercerahkan sepenuhnya, telah tiba di sini. Mengapa kalian tidak mengusirnya dari pertemuan ini ke pinggiran seperti sapi bermata satu? Mengapa kalian tidak menenggelamkannya dengan satu pertanyaan saja? Mengapa kalian tidak menggulingkannya dan membungkusnya seperti periuk kosong?”
dn25:20.11 Ketika ia berkata demikian, Nigrodha duduk diam, kecewa, bahu merosot, menunduk, termenung, tanpa mampu berkata-kata.

