dn23:27.0 2.13. Perumpamaan Para Penjudi
dn23:27.1 “Kalau begitu, Tuan, aku akan memberikan sebuah perumpamaan kepadamu,
dn23:27.2 karena melalui perumpamaan, sebagian orang bijaksana dapat memahami makna dari apa yang dikatakan.
dn23:27.3 Pada suatu masa, wahai pangeran, dua orang penjudi bermain dadu.
dn23:27.4 Seorang penjudi, setiap kali mendapat tangan yang buruk, menelan biji dadu yang kalah itu.
dn23:27.5 Penjudi kedua melihatnya, lalu berkata kepadanya:
dn23:27.6 ‘Sahabat, engkau telah menang mutlak! Berikanlah dadu-dadu itu kepadaku, aku akan melemparkannya.’
dn23:27.7 ‘Baik, sahabat,’ jawab penjudi itu, lalu memberikan dadu-dadu tersebut kepada penjudi lainnya.
dn23:27.8 Kemudian penjudi itu merendam dadu-dadu tersebut dalam racun, lalu berkata kepada penjudi lainnya:
dn23:27.9 ‘Mari, sahabat, kita bermain dadu.’
dn23:27.10 ‘Baik, sahabat,’ sahut penjudi lainnya itu.
dn23:27.11 Untuk kedua kalinya mereka bermain dadu.
dn23:27.12 Dan untuk kedua kalinya pula, setiap kali mendapat angka buruk, penjudi itu menelan dadu yang kalah itu.
dn23:27.13 Penjudi kedua melihatnya untuk kedua kalinya menelan dadu yang kalah itu, lalu berkata kepadanya:
dn23:27.14 ‘Dadu itu telah dilumuri racun yang sangat mematikan,
dn23:27.15 Mereka dilumuri racun yang sangat dahsyat.
dn23:27.16 Telanlah, hai penipu celaka, telanlah!
dn23:27.17 Sebentar lagi engkau akan merasakan buah yang pahit!’
dn23:27.18 Demikian pula, tuan putra, engkau tampak bagaikan penjudi dalam perumpamaan itu.
dn23:27.19 Lepaskanlah, tuan putra, pandangan salah yang berbahaya ini; lepaskanlah, tuan putra, pandangan salah yang berbahaya ini.
dn23:27.20 Jangan biarkan hal itu membawa kerugian dan penderitaan yang berkepanjangan bagimu!”

