dn23:20.1 “Meskipun Yang Mulia Kassapa berkata demikian, namun demikianlah yang kupikirkan dalam hal ini:
dn23:20.2 ‘tidak ada alam setelah kematian, tidak ada makhluk yang terlahir spontan, tidak ada buah dan akibat dari perbuatan baik maupun buruk.’”
dn23:20.3 “Adakah, Tuan Raja Muda, suatu cara untuk membuktikannya …?”
dn23:20.4 “Ada, Bhante Kassapa, suatu cara …”
dn23:20.5 “Bagaimana tepatnya, Tuan Raja Muda?”
dn23:20.6 “Di sini, Bhante Kassapa, para pengawalku menangkap seorang pencuri yang melakukan kejahatan lalu menghadapkannya kepadaku, sambil berkata,
dn23:20.7 ‘Yang Mulia, ini pencuri, seorang pelanggar hukum,
dn23:20.8 jatuhkanlah hukuman apa pun yang Tuan kehendaki atasnya.’
dn23:20.9 Lalu aku berkata kepada mereka:
dn23:20.10 ‘Kalau begitu, tuan-tuan, sayatlah kulit luar orang ini. Semoga kita dapat melihat jiwanya.’
dn23:20.11 Mereka pun menyayat kulit luarnya,
dn23:20.12 tetapi kami tidak melihat jiwa apa pun.
dn23:20.13 Lalu aku berkata kepada mereka:
dn23:20.14 ‘Kalau begitu, tuan-tuan, sayatlah kulit dalamnya, sayatlah dagingnya, sayatlah uratnya, sayatlah tulangnya, sayatlah sumsum tulangnya. Semoga kita dapat melihat jiwanya.’
dn23:20.15 Mereka pun menyayat sumsum tulangnya, tetapi kami tetap tidak melihat jiwa apa pun.
dn23:20.16 Inilah, Tuan Kassapa, cara yang membuatku berpikir demikian:
dn23:20.17 ‘tidak ada alam setelah kematian, tidak ada makhluk yang terlahir spontan, tidak ada buah dan akibat dari perbuatan baik maupun buruk.’”

