dn23:16.1 “Meskipun Yang Mulia Kassapa berkata demikian, namun saya tetap berpikir bahwa
dn23:16.2 ‘tidak ada alam lain, tidak ada makhluk yang terlahir spontan, dan tidak ada buah serta akibat dari perbuatan baik dan buruk.’”
dn23:16.3 “Adakah cara, Baginda, ... (lengkapnya) ...”
dn23:16.4 "Ada, Tuan Kassapa, suatu cara ..."
dn23:16.5 "Bagaimana tepatnya, Tuan Raja?"
dn23:16.6 "Di sini, Tuan Kassapa, para pengawalku menangkap seorang pencuri, seorang penjahat, lalu membawanya kepadaku sambil berkata,
dn23:16.7 'Tuan, ini seorang pencuri, seorang penjahat;
dn23:16.8 jatuhkanlah hukuman apa pun yang Tuan kehendaki atasnya.'
dn23:16.9 Lalu aku berkata kepada mereka:
dn23:16.10 'Kalau begitu, Tuan-tuan, timbanglah orang ini dengan timbangan selagi ia masih hidup. Kemudian cekiklah ia dengan tali busur hingga mati, lalu timbanglah ia kembali setelah mati.'
dn23:16.11 Mereka menyetujui perkataanku, 'Baik, Tuan,' lalu menimbang orang itu dengan timbangan selagi ia masih hidup, mencekiknya dengan tali busur hingga mati, kemudian menimbangnya kembali setelah mati.
dn23:16.12 Selagi ia hidup, ia lebih ringan, lebih lunak, dan lebih lentur.
dn23:16.13 Tetapi ketika ia telah meninggal, ia menjadi lebih berat, lebih kaku, dan kurang lentur."
dn23:16.14 Inilah, Kassapa yang mulia, cara yang dengannya aku sampai pada keyakinan ini:
dn23:16.15 ‘tidak ada alam lain, tidak ada makhluk yang terlahir spontan, tidak ada buah dan akibat dari perbuatan baik maupun buruk.’”

