Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 23
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah sebuah dialog panjang yang penuh dengan perumpamaan. Mari kita simak bagaimana seorang petapa muda dengan sabar membongkar keyakinan seorang kepala suku yang keras kepala, dan apa yang terjadi setelahnya.
Kepala suku Pāyāsi, yang meyakini tidak ada kehidupan setelah kematian, berdebat dengan Yang Mulia Kumārakassapa. Melalui serangkaian perumpamaan, Kumārakassapa membantah pandangan nihilistik Pāyāsi dan menjelaskan bahwa alam lain dapat diketahui melalui pengembangan batin. Pāyāsi akhirnya berlindung dan berniat melakukan pengorbanan besar, namun karena memberi dengan tidak sungguh-sungguh, ia terlahir kembali di alam dewa yang lebih rendah, sementara asistennya Uttara yang memberi dengan tulus terlahir di alam yang lebih tinggi.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn23:30.4 As if he were righting the overturned, or revealing the hidden, or pointing out the path to the lost, or lighting a lamp in the dark so people with clear eyes can see what’s there, the worthy Kassapa has made the teaching clear in many ways.
dn23:30.5 I go for refuge to the worthy Gotama, to the teaching, and to the mendicant Saṅgha.
dn23:30.6 From this day forth, may the worthy Kassapa remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.
dn23:30.7 Worthy Kassapa, I wish to perform a great sacrifice. Please instruct me so it will be for my lasting welfare and happiness.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.