‹
DN 22

Mahāsatipaṭṭhānasutta

Mahāsatipaṭṭhānasutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 22
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 22

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu khotbah terpenting tentang meditasi dalam tradisi Buddhis. Mari kita telusuri bersama bagaimana Sang Buddha menguraikan jalan perhatian ini secara bertahap, dari yang paling sederhana seperti mengamati napas, hingga pemahaman mendalam tentang kebenaran-kebenaran mulia.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam Mahāsatipaṭṭhānasutta, Sang Buddha membabarkan empat penegakan perhatian (satipaṭṭhāna) sebagai jalan tunggal menuju pemurnian batin dan realisasi Nibbāna. Sutta ini menguraikan secara terperinci cara merenungkan tubuh, perasaan, pikiran, dan fenomena-fenomena (dhamma) dengan penuh kesadaran. Setiap bagian dijelaskan dengan contoh-contoh konkret, mulai dari pengamatan napas hingga perenungan empat kebenaran mulia. Di akhir sutta, Buddha menegaskan bahwa siapa pun yang mengembangkan praktik ini, bahkan hanya selama tujuh hari, dapat mencapai salah satu dari dua buah: pengetahuan langsung dalam kehidupan ini atau tingkat yang tidak kembali lagi.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn22:7.0

1.6. Kāyānupassanānavasivathikapabba

1.6. Perenungan Tanah Pemakaman

1.6. The Charnel Ground Contemplations

dn22:7.1

Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhu seyyathāpi passeyya sarīraṁ sivathikāya chaḍḍitaṁ ekāhamataṁ vā dvīhamataṁ vā tīhamataṁ vā uddhumātakaṁ vinīlakaṁ vipubbakajātaṁ.

Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu seolah-olah melihat mayat yang dibuang di tanah pemakaman, yang telah mati satu hari, dua hari, atau tiga hari, membengkak, membiru, dan mengeluarkan nanah.

Furthermore, suppose a mendicant were to see a corpse discarded in a charnel ground. And it had been dead for one, two, or three days, bloated, livid, and festering.

dn22:7.2

So imameva kāyaṁ upasaṁharati:

Mereka membandingkannya dengan tubuh mereka sendiri:

They’d compare it with their own body:

dn22:7.3

‘ayampi kho kāyo evaṁdhammo evaṁbhāvī evaṁanatīto’ti.

‘Tubuh ini pun memiliki sifat yang sama, akan menjadi seperti itu, dan tidak dapat melampaui itu.’

‘This body is also of that same nature, that same kind, and cannot go beyond that.’

dn22:7.4

Iti ajjhattaṁ vā …pe…

Demikianlah, secara internal atau …

And so they meditate observing an aspect of the body internally …

dn22:7.5

Evampi kho, bhikkhave, bhikkhu kāye kāyānupassī viharati.

Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh.

That too is how a mendicant meditates by observing an aspect of the body.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.