‹
DN 22

Mahāsatipaṭṭhānasutta

Mahāsatipaṭṭhānasutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 22
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 22

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu khotbah terpenting tentang meditasi dalam tradisi Buddhis. Mari kita telusuri bersama bagaimana Sang Buddha menguraikan jalan perhatian ini secara bertahap, dari yang paling sederhana seperti mengamati napas, hingga pemahaman mendalam tentang kebenaran-kebenaran mulia.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam Mahāsatipaṭṭhānasutta, Sang Buddha membabarkan empat penegakan perhatian (satipaṭṭhāna) sebagai jalan tunggal menuju pemurnian batin dan realisasi Nibbāna. Sutta ini menguraikan secara terperinci cara merenungkan tubuh, perasaan, pikiran, dan fenomena-fenomena (dhamma) dengan penuh kesadaran. Setiap bagian dijelaskan dengan contoh-contoh konkret, mulai dari pengamatan napas hingga perenungan empat kebenaran mulia. Di akhir sutta, Buddha menegaskan bahwa siapa pun yang mengembangkan praktik ini, bahkan hanya selama tujuh hari, dapat mencapai salah satu dari dua buah: pengetahuan langsung dalam kehidupan ini atau tingkat yang tidak kembali lagi.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn22:12.0

3. Cittānupassanā

3. Perenungan Pikiran

3. Observing the Mind

dn22:12.1

Kathañca pana, bhikkhave, bhikkhu citte cittānupassī viharati?

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan pikiran dalam pikiran?

And how does a mendicant meditate observing an aspect of the mind?

dn22:12.2

Idha, bhikkhave, bhikkhu sarāgaṁ vā cittaṁ ‘sarāgaṁ cittan’ti pajānāti.

Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu memahami pikiran yang bernafsu sebagai 'pikiran yang bernafsu',

It’s when a mendicant understands mind with greed as ‘mind with greed,’

dn22:12.3

Vītarāgaṁ vā cittaṁ ‘vītarāgaṁ cittan’ti pajānāti.

dan memahami pikiran yang tanpa nafsu sebagai 'pikiran yang tanpa nafsu'.

and mind without greed as ‘mind without greed.’

dn22:12.4

Sadosaṁ vā cittaṁ ‘sadosaṁ cittan’ti pajānāti.

Ia memahami pikiran yang penuh kebencian sebagai 'pikiran yang penuh kebencian',

They understand mind with hate as ‘mind with hate,’

dn22:12.5

Vītadosaṁ vā cittaṁ ‘vītadosaṁ cittan’ti pajānāti.

dan memahami pikiran yang tanpa kebencian sebagai 'pikiran yang tanpa kebencian'.

and mind without hate as ‘mind without hate.’

dn22:12.6

Samohaṁ vā cittaṁ ‘samohaṁ cittan’ti pajānāti.

Mereka memahami pikiran yang disertai delusi sebagai ‘pikiran yang disertai delusi.’

They understand mind with delusion as ‘mind with delusion,’

dn22:12.7

Vītamohaṁ vā cittaṁ ‘vītamohaṁ cittan’ti pajānāti.

Dan pikiran tanpa delusi sebagai ‘pikiran tanpa delusi.’

and mind without delusion as ‘mind without delusion.’

dn22:12.8

Saṅkhittaṁ vā cittaṁ ‘saṅkhittaṁ cittan’ti pajānāti.

Mereka mengetahui pikiran yang mengerut sebagai ‘pikiran yang mengerut,’

They know constricted mind as ‘constricted mind,’

dn22:12.9

Vikkhittaṁ vā cittaṁ ‘vikkhittaṁ cittan’ti pajānāti.

dan pikiran yang kacau sebagai ‘pikiran yang kacau.’

and scattered mind as ‘scattered mind.’

dn22:12.10

Mahaggataṁ vā cittaṁ ‘mahaggataṁ cittan’ti pajānāti.

Mereka mengetahui pikiran yang luas sebagai ‘pikiran yang luas,’

They know expansive mind as ‘expansive mind,’

dn22:12.11

Amahaggataṁ vā cittaṁ ‘amahaggataṁ cittan’ti pajānāti.

Dan pikiran yang tidak luas, ia mengetahui sebagai ‘pikiran yang tidak luas.’

and unexpansive mind as ‘unexpansive mind.’

dn22:12.12

Sauttaraṁ vā cittaṁ ‘sauttaraṁ cittan’ti pajānāti.

Pikiran yang tidak tertandingi, ia mengetahui sebagai ‘pikiran yang tidak tertandingi,’

They know mind that is not supreme as ‘mind that is not supreme,’

dn22:12.13

Anuttaraṁ vā cittaṁ ‘anuttaraṁ cittan’ti pajānāti.

dan pikiran yang tertandingi, ia mengetahui sebagai ‘pikiran yang tertandingi.’

and mind that is supreme as ‘mind that is supreme.’

dn22:12.14

Samāhitaṁ vā cittaṁ ‘samāhitaṁ cittan’ti pajānāti.

Pikiran yang terkonsentrasi, ia mengetahui sebagai ‘pikiran yang terkonsentrasi,’

They know mind immersed in samādhi as ‘mind immersed in samādhi,’

dn22:12.15

Asamāhitaṁ vā cittaṁ ‘asamāhitaṁ cittan’ti pajānāti.

dan pikiran yang tidak terkonsentrasi, ia mengetahui sebagai ‘pikiran yang tidak terkonsentrasi.’

and mind not immersed in samādhi as ‘mind not immersed in samādhi.’

dn22:12.16

Vimuttaṁ vā cittaṁ ‘vimuttaṁ cittan’ti pajānāti.

Mereka mengetahui pikiran yang terbebaskan sebagai ‘pikiran yang terbebaskan,’

They know freed mind as ‘freed mind,’

dn22:12.17

Avimuttaṁ vā cittaṁ ‘avimuttaṁ cittan’ti pajānāti.

dan pikiran yang tidak terbebaskan sebagai ‘pikiran yang tidak terbebaskan.’

and unfreed mind as ‘unfreed mind.’

dn22:12.18

Iti ajjhattaṁ vā citte cittānupassī viharati, bahiddhā vā citte cittānupassī viharati, ajjhattabahiddhā vā citte cittānupassī viharati.

Demikianlah mereka berdiam dengan merenungkan pikiran sebagai pikiran secara internal, atau merenungkan pikiran sebagai pikiran secara eksternal, atau merenungkan pikiran sebagai pikiran baik secara internal maupun eksternal.

And so they meditate observing an aspect of the mind internally, externally, and both internally and externally.

dn22:12.19

Samudayadhammānupassī vā cittasmiṁ viharati, vayadhammānupassī vā cittasmiṁ viharati, samudayavayadhammānupassī vā cittasmiṁ viharati.

Mereka berdiam dengan merenungkan sifat timbulnya pada pikiran, atau merenungkan sifat lenyapnya pada pikiran, atau merenungkan sifat timbul dan lenyapnya pada pikiran.

With respect to the mind, they meditate observing the liability to originate, to vanish, and to originate and vanish.

dn22:12.20

‘Atthi cittan’ti vā panassa sati paccupaṭṭhitā hoti yāvadeva ñāṇamattāya paṭissatimattāya anissito ca viharati, na ca kiñci loke upādiyati.

Atau perhatiannya ditegakkan bahwa 'ada pikiran', sekadar demi pengetahuan dan perhatian, dan mereka berdiam tanpa bergantung, tidak melekat pada apa pun di dunia.

Or mindfulness is established that the mind exists, to the extent necessary for knowledge and mindfulness. They meditate independent, not grasping at anything in the world.

dn22:12.21

Evampi kho, bhikkhave, bhikkhu citte cittānupassī viharati.

Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan pikiran dalam pikiran.

That’s how a mendicant meditates by observing an aspect of the mind.

dn22:12.22

Cittānupassanā niṭṭhitā.

Perenungan terhadap pikiran selesai.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.