dn22:5.0 1.4. Perenungan atas Hal-Hal yang Menjijikkan
dn22:5.1 Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu merenungkan tubuh ini sendiri, dari telapak kaki ke atas dan dari ujung rambut ke bawah, yang terbungkus kulit dan penuh dengan berbagai jenis kotoran:
dn22:5.2 ‘Dalam tubuh ini terdapat rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, urat, tulang, sumsum tulang, ginjal, jantung, hati, selaput dada, limpa, paru-paru, usus, selaput usus, makanan yang belum dicerna, tinja, empedu, lendir, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, minyak, air liur, ingus, cairan sendi, dan air seni.’
dn22:5.3 Para bhikkhu, bagaikan sebuah kantong yang terbuka pada kedua ujungnya, penuh berisi berbagai jenis biji-bijian, yaitu: beras, gandum, kacang hijau, kacang tanah, biji wijen, dan beras biasa. Kemudian seorang laki-laki dengan mata yang jernih membuka kantong itu dan mengamati isinya: ‘Ini beras, ini gandum, ini kacang hijau, ini kacang tanah, ini biji wijen, dan ini beras biasa.’
dn22:5.4 Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu merenungkan tubuh ini sendiri, dari telapak kaki ke atas, dari ujung rambut ke bawah, yang dibatasi oleh kulit, penuh dengan berbagai jenis kotoran:
dn22:5.5 ‘Dalam tubuh ini terdapat rambut, bulu, … hingga … air seni.’
dn22:5.6 Demikianlah ia merenungkan aspek tubuh secara internal …
dn22:5.7 Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh.
dn22:5.8 Selesailah bagian perenungan dengan memperhatikan hal-hal yang menjijikkan.

