dn22:11.0 2. Perenungan Perasaan
dn22:11.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan perasaan sebagai perasaan?
dn22:11.2 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang merasakan perasaan menyenangkan mengetahui: 'Aku merasakan perasaan menyenangkan.'
dn22:11.3 Ketika merasakan perasaan menyakitkan, ia mengetahui: 'Aku merasakan perasaan menyakitkan.'
dn22:11.4 Ketika merasakan perasaan netral, ia mengetahui: 'Aku merasakan perasaan netral.'
dn22:11.5 Ketika merasakan perasaan menyenangkan yang bersifat duniawi, ia mengetahui: 'Aku merasakan perasaan menyenangkan yang bersifat duniawi.'
dn22:11.6 Ketika merasakan perasaan menyenangkan yang tidak bersifat duniawi, ia mengetahui: 'Aku merasakan perasaan menyenangkan yang tidak bersifat duniawi.'
dn22:11.7 Ketika merasakan perasaan sakit yang berhubungan dengan keduniawian, ia mengetahui: ‘Aku merasakan perasaan sakit yang berhubungan dengan keduniawian.’
dn22:11.8 Ketika merasakan perasaan sakit yang tidak berhubungan dengan keduniawian, ia mengetahui: ‘Aku merasakan perasaan sakit yang tidak berhubungan dengan keduniawian.’
dn22:11.9 Ketika merasakan perasaan netral yang berhubungan dengan keduniawian, ia mengetahui: ‘Aku merasakan perasaan netral yang berhubungan dengan keduniawian.’
dn22:11.10 Ketika merasakan perasaan netral yang tidak berkaitan dengan keduniawian, ia mengetahui: ‘Aku merasakan perasaan netral yang tidak berkaitan dengan keduniawian.’
dn22:11.11 Demikianlah ia berdiam dengan merenungkan perasaan-perasaan secara internal, atau merenungkan perasaan-perasaan secara eksternal, atau merenungkan perasaan-perasaan baik secara internal maupun eksternal.
dn22:11.12 Ia berdiam dengan merenungkan sifat munculnya perasaan, atau merenungkan sifat lenyapnya perasaan, atau merenungkan sifat muncul dan lenyapnya perasaan.
dn22:11.13 Atau perhatiannya ditegakkan bahwa 'ada perasaan', sekadar demi pengetahuan dan perhatian. Ia berdiam dengan tidak bergantung, dan tidak melekat pada apa pun di dunia.
dn22:11.14 Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan perasaan dalam perasaan.
dn22:11.15 Demikianlah uraian tentang perenungan perasaan.

