‹
DN 20

Mahāsamayasutta

Mahāsamayasutta: Kumpulan Agung

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 20
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 20

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan sebuah pertemuan kosmik yang luar biasa, di mana alam-alam dewa berkumpul untuk menghormati Buddha. Mari kita ikuti bagaimana Buddha memperkenalkan para dewa dan bagaimana kekuatan batin para bhikkhu mengatasi tantangan Māra.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Saat Buddha berdiam di Hutan Besar Kapilavatthu bersama lima ratus Arahant, para dewa dari sepuluh sistem dunia berkumpul untuk mengunjungi Beliau dan Saṅgha. Empat dewa dari alam murni melantunkan syair pujian, lalu Buddha mengajarkan nama-nama kelompok dewa yang hadir, termasuk para yakkha, nāga, gandhabba, dan dewa-dewa dari berbagai alam. Di akhir, pasukan Māra datang mencoba mengganggu, tetapi para bhikkhu yang bebas dari nafsu tidak tergoyahkan, dan pasukan itu pun mundur.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn20:3.1 Kemudian para dewata itu, bagaikan seorang yang kuat merentangkan lengannya yang tertekuk atau menekuk lengannya yang terentang, demikianlah mereka lenyap dari alam Śuddhāvāsa dan muncul di hadapan Sang Buddha.

dn20:3.2 Para dewata itu memberi hormat kepada Sang Bhagavā, lalu berdiri di satu sisi.

dn20:3.3 Setelah berdiri di satu sisi, salah satu dewata mengucapkan syair ini di hadapan Sang Bhagavā:

dn20:3.4 "Agunglah perkumpulan di dalam hutan,

dn20:3.5 kumpulan para dewata telah berkumpul;

dn20:3.6 Kami telah datang ke pertemuan Dhamma ini,

dn20:3.7 untuk melihat Saṅgha yang tak terkalahkan."

dn20:3.8 Kemudian dewata yang lain mengucapkan syair ini di hadapan Sang Bhagavā:

dn20:3.9 "Para bhikkhu di sana tenggelam dalam samādhi,

dn20:3.10 mereka meluruskan pikiran mereka sendiri;

dn20:3.11 Bagaikan kusir yang memegang kendali,

dn20:3.12 orang-orang bijaksana menjaga indra-indra mereka.”

dn20:3.13 Kemudian deva lain mengucapkan syair ini di hadapan Bhagavā:

dn20:3.14 “Setelah mematahkan tiang dan mematahkan palang,

dn20:3.15 setelah mencabut tiang Indra, mereka yang tidak tergoyahkan;

dn20:3.17 gajah muda yang telah dijinakkan oleh Yang Memiliki Mata.”

dn20:3.18 Kemudian deva lain mengucapkan syair ini di hadapan Bhagavā:

dn20:3.19 “Siapa pun yang telah berlindung kepada Buddha,

dn20:3.20 mereka tidak akan pergi ke alam sengsara;

dn20:3.21 setelah meninggalkan tubuh manusia ini,

dn20:3.22 mereka memenuhi barisan para dewa.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.