dn19:54.1 “Terlalu lama, Tuan, tujuh bulan itu; aku tidak sanggup menunggu Tuan-tuan selama tujuh bulan.
dn19:54.2 Sebab siapa, Tuan, yang tahu tentang umur kehidupan?
dn19:54.3 Kita menuju kehidupan yang akan datang. Kita harus berpikir dan bangun! Kita harus berbuat baik dan menjalani kehidupan spiritual, karena tidak ada yang terlahir dapat lolos dari kematian.
dn19:54.4 Dan sebagaimana telah kudengar, ketika Brahmā berbicara tentang kebusukan, mereka yang hidup berumah tangga tidak mudah dimurnikan,
dn19:54.5 maka aku akan meninggalkan keduniawian, Tuan, dari kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.”
dn19:54.6 “Kalau begitu, Yang Mulia Govinda, mohon menunggu enam bulan …
dn19:54.7 mohon menunggu lima bulan …
dn19:54.8 mohon menunggu empat bulan …
dn19:54.9 mohon menunggu tiga bulan …
dn19:54.10 mohon menunggu dua bulan …
dn19:54.11 Tunggulah satu bulan …
dn19:54.12 atau bahkan setengah bulan. Setelah setengah bulan berlalu, kami pun akan meninggalkan keduniawian menuju kehidupan tanpa rumah. Maka, apa pun tujuanmu, itu juga akan menjadi tujuan kami.”


