dn19:45.1 Kemudian, Tuan, Brahmana Mahāgovinda berpikir,
dn19:45.2 “Aku telah diberi kesempatan oleh Brahmā Sanaṅkumāra.
dn19:45.3 Apakah sebaiknya aku bertanya kepada Brahmā Sanaṅkumāra tentang hal yang bermanfaat untuk kehidupan ini atau kehidupan yang akan datang?”
dn19:45.4 Kemudian, Tuan, Brahmana Mahāgovinda berpikir,
dn19:45.5 “Aku memang mahir dalam hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupan ini, bahkan orang lain pun bertanya kepadaku tentang hal yang bermanfaat untuk kehidupan ini.
dn19:45.6 Mengapa aku tidak bertanya kepada Brahmā Sanaṅkumāra tentang manfaat yang secara khusus berlaku bagi kehidupan yang akan datang?”
dn19:45.7 Kemudian, Tuan, brahmana Mahāgovinda berbicara kepada Brahmā Sanaṅkumāra dalam bentuk syair:
dn19:45.8 “Aku ragu, maka kutanya Sang Brahmā Sanaṅkumāra,
dn19:45.9 Tentang hal-hal yang dapat dipelajari dari orang lain.
dn19:45.10 Berdiri di atas apa, berlatih dalam hal apa
dn19:45.11 Semoga manusia mencapai alam brahma yang tak berkematian.”
dn19:45.12 “Ia yang di antara manusia, wahai brahmana, telah melepaskan kemelekatan,
dn19:45.13 menjadi satu, terbebas dalam welas asih;
dn19:45.14 bebas dari kebusukan, menjauhi hubungan seksual;
dn19:45.15 berdiri di atas itu, dan berlatih dalam hal itu,
dn19:45.16 manusia dapat mencapai alam brahma yang tidak berkematian.”


