dn19:34.1 Kemudian, Tuan-tuan, setelah berlalu beberapa hari, Raja Disampati wafat.
dn19:34.2 Ketika Raja Disampati wafat, para penobat raja menobatkan Pangeran Reṇu sebagai raja.
dn19:34.3 Setelah dinobatkan, Reṇu menikmati pemerintahan, dipenuhi dan dilengkapi dengan lima jenis kenikmatan indria.
dn19:34.4 Kemudian, Tuan-tuan, brahmana Mahāgovinda mendatangi keenam khattiya itu; setelah mendatangi, ia berkata kepada keenam khattiya itu:
dn19:34.5 “Tuan-tuan, Raja Disampati telah wafat.
dn19:34.6 Setelah dinobatkan, Reṇu menikmati pemerintahan, dipenuhi dan dilengkapi dengan lima jenis kenikmatan indria.
dn19:34.7 Siapakah, Tuan-tuan, yang mengetahui daya memabukkan dari kenikmatan indria?
dn19:34.8 Marilah, Tuan-tuan, kita menghadap Raja Reṇu; setelah menghadap, kita akan berkata kepada Raja Reṇu:
dn19:34.9 ‘Tuan yang mulia, Raja Disampati telah mangkat, dan Tuan Reṇu telah dinobatkan sebagai raja. Apakah Tuan masih mengingat perkataan itu?’”
dn19:34.10 “Baik, Tuan-tuan,” demikianlah keenam khattiya itu menjawab brahmana Mahāgovinda, lalu mereka menghadap Raja Reṇu; setelah menghadap, mereka berkata kepada Raja Reṇu:
dn19:34.11 “Tuan yang mulia, Raja Disampati telah mangkat, dan Tuan Reṇu telah dinobatkan sebagai raja. Apakah Tuan masih mengingat perkataan itu?”
dn19:34.12 “Aku ingat, Tuan-tuan.
dn19:34.13 “Siapakah, Tuan, yang mampu membagi tanah yang luas ini—memanjang ke utara dan menyempit seperti muka kereta di selatan—menjadi tujuh bagian yang sama rata dan rapi?”
dn19:34.14 “Siapakah lagi, Tuan, kalau bukan Brahmana Mahāgovinda?”


