dn18:6.1 Dan juga, Bhante, ia adalah seorang yang berkeyakinan pada Buddha, berkeyakinan pada Dhamma, berkeyakinan pada Saṅgha, dan sempurna dalam moralitas.
dn18:6.2 Dan memang, orang-orang berkata demikian:
dn18:6.3 ‘Bahkan sampai saat kematiannya, Raja Seniya Bimbisāra dari Magadha meninggal dunia dalam keadaan senantiasa memuji Bhagavā.’
dn18:6.4 Ia telah meninggal dunia dan tidak dijelaskan oleh Bhagavā mengenai kelahirannya kembali;
dn18:6.5 alangkah baiknya jika Bhagavā menjelaskannya, banyak orang akan menjadi berkeyakinan, dan karenanya mereka akan menuju alam yang baik.
dn18:6.6 Sesungguhnya, Bhante, pencerahan sempurna Bhagavā terjadi di wilayah Magadha.
dn18:6.7 Karena pencerahan sempurna Bhagavā terjadi di wilayah Magadha, mengapa Bhagavā tidak menjelaskan kelahiran kembali para umat Magadha yang telah meninggal dunia?
dn18:6.8 Jika Bhagavā tidak menjelaskan kelahiran kembali para umat Magadha yang telah meninggal dunia, maka para umat Magadha itu akan menjadi kecil hati;
dn18:6.9 jika para umat Magadha menjadi kecil hati, bagaimana mungkin Bhagavā tidak menjelaskan kelahiran kembali mereka?”
dn18:6.10 Setelah Yang Mulia Ānanda menyampaikan usulan ini di hadapan Bhagavā mengenai para umat Magadha, ia bangkit dari duduknya, memberi hormat kepada Bhagavā, berjalan mengelilingi Beliau dengan sisi kanannya menghadap Beliau, lalu pergi.



