Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 18
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana ajaran Buddha tidak hanya untuk para bhikkhu, tetapi juga bagi umat awam yang hidup berkeyakinan dan bermoral. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menjawab keprihatinan Ānanda dan apa yang disampaikan oleh makhluk dari alam lain.
Di Nātika, Sang Buddha menjelaskan kelahiran kembali para umat awam di berbagai negeri. Ānanda prihatin karena nasib para umat Magadha, termasuk Raja Bimbisāra, belum dijelaskan. Setelah Ānanda menyampaikan hal ini, Sang Buddha merenungkan nasib mereka dan kemudian seorang yakkha bernama Janavasabha—yang ternyata adalah Raja Bimbisāra—muncul dan menyampaikan laporan tentang pertemuan para dewa Tāvatiṁsa, termasuk ajaran Brahmā Sanaṅkumāra tentang pencapaian spiritual dan nasib baik para umat Magadha.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn18:7.1 Soon after Ānanda had left, the Buddha robed up in the morning and, taking his bowl and robe, entered Ñātika for alms.
dn18:7.2 He wandered for alms in Ñātika. After the meal, on his return from almsround, he washed his feet and entered the brick house. He paid attention, applied the mind, and concentrated wholeheartedly on the fate of Magadhan devotees, and sat down on the seat spread out, thinking,
dn18:7.3 “I shall know their destiny, where they are reborn in the next life.”
dn18:7.6 Then in the late afternoon, the Buddha came out of retreat. Emerging from the brick house, he sat down on the seat spread out in the shade of the porch.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.