Mahānidānasutta — Khotbah Agung tentang Sebab-Akibat
Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 15
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah salah satu khotbah terpenting tentang hukum sebab-akibat dalam ajaran Buddha. Meskipun terasa teknis, cobalah untuk mengikuti alur penalarannya yang berlapis—dari yang tampak sederhana hingga yang sangat dalam. Anda akan diajak untuk melihat bagaimana segala sesuatu saling terkait dan bagaimana pandangan tentang 'diri' hanyalah konstruksi yang tidak berdasar.
Dalam Mahānidānasutta, Yang Mulia Ānanda mengungkapkan kekagumannya bahwa hukum kemunculan bergantungan tampak dangkal baginya, namun Sang Buddha menegaskan bahwa ajaran ini sangat dalam dan merupakan kunci untuk melampaui saṁsāra. Sang Buddha kemudian menguraikan secara terperinci rantai sebab-akibat dari usia tua dan kematian hingga kesadaran dan nama-dan-bentuk, saling bergantung satu sama lain. Setelah itu, Beliau membahas berbagai cara pandang tentang diri, tujuh landasan kesadaran, delapan pembebasan, dan memuncak pada penjelasan tentang dua jenis kebebasan tertinggi: kebebasan melalui kebijaksanaan dan kebebasan kedua cara.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn15:4.1 ‘Rebirth is a requirement for old age and death’—that’s what I said. And this is a way to understand how this is so.
dn15:4.2 Suppose there were totally and utterly no rebirth for anyone anywhere.
dn15:4.3 That is, there were no rebirth of sentient beings into their various realms—of gods, centaurs, spirits, creatures, humans, quadrupeds, birds, or reptiles, each into their own realm. When there’s no rebirth at all, with the cessation of rebirth, would old age and death still be found?”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
DN 15 · Mahānidānasutta — Khotbah Agung tentang Sebab-Akibat | Tiga Keranjang