dn13:36.1 “Sādhu, vāseṭṭha, te vata, vāseṭṭha, avasavattī tevijjā brāhmaṇā kāyassa bhedā paraṁ maraṇā vasavattissa brahmuno sahabyūpagā bhavissantīti, netaṁ ṭhānaṁ vijjati.
Khotbah tentang Para Ahli Tiga Veda
Sutta ini mengajak kita merenungkan tentang klaim kebenaran yang tidak berdasar dan pentingnya pengalaman langsung. Mari kita simak bagaimana Buddha menuntun dua brahmana muda ini dari sekadar keyakinan turun-temurun menuju pemahaman yang lebih dalam tentang jalan spiritual.
Dua brahmana muda, Vāseṭṭha dan Bhāradvāja, berselisih tentang jalan mana yang benar menuju kebersamaan dengan Brahmā. Mereka mendatangi Buddha untuk menyelesaikan perselisihan itu. Buddha menunjukkan bahwa klaim para brahmana ahli Veda tidak berdasar karena mereka mengajarkan jalan menuju sesuatu yang tidak mereka kenal atau lihat, lalu mengajarkan jalan sejati menuju alam Brahmā melalui pengembangan cinta kasih, belas kasih, kegembiraan, dan keseimbangan batin.
dn13:36.1 “Sādhu, vāseṭṭha, te vata, vāseṭṭha, avasavattī tevijjā brāhmaṇā kāyassa bhedā paraṁ maraṇā vasavattissa brahmuno sahabyūpagā bhavissantīti, netaṁ ṭhānaṁ vijjati.
dn13:36.2 Idha kho pana te, vāseṭṭha, tevijjā brāhmaṇā āsīditvā saṁsīdanti, saṁsīditvā visāraṁ pāpuṇanti, sukkhataraṁ maññe taranti.
dn13:36.3 Tasmā idaṁ tevijjānaṁ brāhmaṇānaṁ tevijjāiriṇantipi vuccati, tevijjāvivanantipi vuccati, tevijjābyasanantipi vuccatī”ti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.