Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 13
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan tentang klaim kebenaran yang tidak berdasar dan pentingnya pengalaman langsung. Mari kita simak bagaimana Buddha menuntun dua brahmana muda ini dari sekadar keyakinan turun-temurun menuju pemahaman yang lebih dalam tentang jalan spiritual.
Dua brahmana muda, Vāseṭṭha dan Bhāradvāja, berselisih tentang jalan mana yang benar menuju kebersamaan dengan Brahmā. Mereka mendatangi Buddha untuk menyelesaikan perselisihan itu. Buddha menunjukkan bahwa klaim para brahmana ahli Veda tidak berdasar karena mereka mengajarkan jalan menuju sesuatu yang tidak mereka kenal atau lihat, lalu mengajarkan jalan sejati menuju alam Brahmā melalui pengembangan cinta kasih, belas kasih, kegembiraan, dan keseimbangan batin.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
“Sādhu, vāseṭṭha, te vata, vāseṭṭha, tevijjā brāhmaṇā yaṁ na jānanti, yaṁ na passanti, tassa sahabyatāya maggaṁ desessanti. Ayameva ujumaggo ayamañjasāyano niyyāniko niyyāti takkarassa brahmasahabyatāyāti, netaṁ ṭhānaṁ vijjati.
“Baik, Vāseṭṭha. Sungguh, Vāseṭṭha, mustahil bagi para brahmana penguasa tiga Veda itu untuk mengajarkan jalan menuju persekutuan dengan apa yang tidak mereka ketahui dan tidak mereka lihat, dengan mengatakan: ‘Inilah jalan lurus, inilah jalan yang benar, yang menuntun keluar, yang membawa pelakunya menuju persekutuan dengan Brahmā.’ Hal itu tidak mungkin terjadi.
“Good, Vāseṭṭha. For it is impossible that they should teach the path to that which they neither know nor see.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
DN 13 · Khotbah tentang Para Ahli Tiga Veda | Tiga Keranjang