dn13:29.1 Suppose the Aciravatī River was full to the brim so a crow could drink from it.
Khotbah tentang Para Ahli Tiga Veda
Sutta ini mengajak kita merenungkan tentang klaim kebenaran yang tidak berdasar dan pentingnya pengalaman langsung. Mari kita simak bagaimana Buddha menuntun dua brahmana muda ini dari sekadar keyakinan turun-temurun menuju pemahaman yang lebih dalam tentang jalan spiritual.
Dua brahmana muda, Vāseṭṭha dan Bhāradvāja, berselisih tentang jalan mana yang benar menuju kebersamaan dengan Brahmā. Mereka mendatangi Buddha untuk menyelesaikan perselisihan itu. Buddha menunjukkan bahwa klaim para brahmana ahli Veda tidak berdasar karena mereka mengajarkan jalan menuju sesuatu yang tidak mereka kenal atau lihat, lalu mengajarkan jalan sejati menuju alam Brahmā melalui pengembangan cinta kasih, belas kasih, kegembiraan, dan keseimbangan batin.
dn13:29.1 Suppose the Aciravatī River was full to the brim so a crow could drink from it.
dn13:29.2 Then along comes a person who wants to cross over to the far shore.
dn13:29.3 But they’d lie down wrapped in cloth from head to foot.
dn13:29.4 What do you think, Vāseṭṭha?
dn13:29.5 Could that person cross over to the far shore?”
dn13:29.6 “No, worthy Gotama.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.