Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 12
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan bagaimana Buddha dengan bijak meluruskan pandangan keliru seorang brahmana terpelajar. Mari kita simak dialog yang penuh perumpamaan ini dan renungkan maknanya bagi praktik kita sendiri.
Brahmana Lohicca memiliki pandangan salah bahwa seorang petapa atau brahmana yang mencapai kualitas baik tidak perlu mengajarkannya kepada orang lain. Buddha menggunakan perumpamaan tentang raja dan pendapatan kerajaan untuk menunjukkan bahwa pandangan ini justru merugikan banyak orang. Beliau lalu memaparkan tiga jenis guru yang layak ditegur dan satu guru yang tidak layak ditegur, yaitu Tathāgata yang mengajarkan Dhamma hingga siswanya mencapai pencerahan. Lohicca akhirnya menyadari kesalahannya dan berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kemudian, setelah malam berlalu, brahmana Lohicca menyiapkan berbagai makanan keras dan lunak yang lezat di kediamannya sendiri. Lalu ia memanggil Rosika, sang tukang cukur, dan berkata:
And when the night had passed Lohicca had delicious fresh and cooked foods prepared in his own home. Then he had the Buddha informed of the time, saying,
“Baik, Tuan,” jawab Rosika, sang tukang cukur. Setelah menjawab demikian, ia mendatangi Bhagavā; setelah mendekat, ia memberi hormat kepada Bhagavā dan berdiri di satu sisi.
“Yes, worthy sir,” Rosika replied. He did as he was asked.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.