…pe…
…pe…
Khotbah kepada Lohicca
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan bagaimana Buddha dengan bijak meluruskan pandangan keliru seorang brahmana terpelajar. Mari kita simak dialog yang penuh perumpamaan ini dan renungkan maknanya bagi praktik kita sendiri.
Brahmana Lohicca memiliki pandangan salah bahwa seorang petapa atau brahmana yang mencapai kualitas baik tidak perlu mengajarkannya kepada orang lain. Buddha menggunakan perumpamaan tentang raja dan pendapatan kerajaan untuk menunjukkan bahwa pandangan ini justru merugikan banyak orang. Beliau lalu memaparkan tiga jenis guru yang layak ditegur dan satu guru yang tidak layak ditegur, yaitu Tathāgata yang mengajarkan Dhamma hingga siswanya mencapai pencerahan. Lohicca akhirnya menyadari kesalahannya dan berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
…pe…
…pe…
Dutiyaṁ jhānaṁ …pe…
Mereka masuk dan berdiam dalam jhāna kedua …
They enter and remain in the second absorption …
tatiyaṁ jhānaṁ …pe…
jhāna ketiga …
third absorption …
catutthaṁ jhānaṁ upasampajja viharati.
jhāna keempat.
fourth absorption.
Yasmiṁ kho, lohicca, satthari sāvako evarūpaṁ uḷāraṁ visesaṁ adhigacchati, ayampi kho, lohicca, satthā, yo loke nacodanāraho, yo ca panevarūpaṁ satthāraṁ codeti, sā codanā abhūtā atacchā adhammikā sāvajjā.
Lohicca, seorang guru yang di bawah bimbingannya seorang siswa mencapai pencapaian luhur yang demikian, adalah guru yang tidak layak dicela di dunia ini. Dan siapa pun yang mencela guru yang demikian, celaan itu adalah tidak benar, tidak sesuai, tidak berdasarkan Dhamma, dan tercela.
A teacher under whom a disciple achieves such a high distinction is one who does not deserve to be reprimanded. …
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.