Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 12
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan bagaimana Buddha dengan bijak meluruskan pandangan keliru seorang brahmana terpelajar. Mari kita simak dialog yang penuh perumpamaan ini dan renungkan maknanya bagi praktik kita sendiri.
Brahmana Lohicca memiliki pandangan salah bahwa seorang petapa atau brahmana yang mencapai kualitas baik tidak perlu mengajarkannya kepada orang lain. Buddha menggunakan perumpamaan tentang raja dan pendapatan kerajaan untuk menunjukkan bahwa pandangan ini justru merugikan banyak orang. Beliau lalu memaparkan tiga jenis guru yang layak ditegur dan satu guru yang tidak layak ditegur, yaitu Tathāgata yang mengajarkan Dhamma hingga siswanya mencapai pencerahan. Lohicca akhirnya menyadari kesalahannya dan berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn12:1.2 Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang berkelana di negeri Kosala bersama dengan sejumlah besar Saṅgha para bhikkhu, yakni lima ratus bhikkhu, dan Beliau tiba di Sālavatikā.
dn12:1.3 Pada saat itu, brahmana Lohicca berdiam di Sālavatikā, sebuah wilayah yang ramai penduduknya, penuh dengan rumput, kayu, dan air, kaya akan hasil panen, yang merupakan pemberian kerajaan dari Raja Pasenadi dari Kosala, dianugerahkan sebagai hadiah kerajaan, sebagai pemberian suci kepada seorang brahmana.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.