3. Anusāsanīpāṭihāriya
3. Keajaiban yang Berupa Petunjuk
3. The Demonstration of Instruction
Kevaddha Sutta
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa yang sesungguhnya berharga dalam praktik spiritual—apakah sekadar kemampuan luar biasa, ataukah kebijaksanaan yang menuntun pada kebebasan sejati. Mari kita simak dialog antara Kevaddha dan Buddha yang mengungkapkan pandangan mendalam tentang hal ini.
Perumah tangga Kevaddha meminta Sang Buddha menugaskan seorang bhikkhu untuk menunjukkan keajaiban kekuatan batin agar warga Nāḷandā semakin percaya. Sang Buddha menolak dan menjelaskan tiga jenis keajaiban, lalu menceritakan kisah seorang bhikkhu yang mencari jawaban tentang lenyapnya empat unsur utama hingga ke alam Brahma, namun akhirnya kembali kepada Buddha untuk mendapatkan jawaban yang benar.
3. Anusāsanīpāṭihāriya
3. Keajaiban yang Berupa Petunjuk
3. The Demonstration of Instruction
Katamañca, kevaṭṭa, anusāsanīpāṭihāriyaṁ?
Dan apakah, Kevaṭṭa, keajaiban yang berupa petunjuk itu?
And what is the demonstration of instruction?
Idha, kevaṭṭa, bhikkhu evamanusāsati:
Di sini, Kevaṭṭa, seorang bhikkhu memberikan petunjuk kepada orang lain sebagai berikut:
It’s when a mendicant instructs others like this:
‘evaṁ vitakketha, mā evaṁ vitakkayittha, evaṁ manasikarotha, mā evaṁ manasākattha, idaṁ pajahatha, idaṁ upasampajja viharathā’ti.
‘Berpikirlah seperti ini, jangan berpikir seperti itu; arahkan pikiranmu seperti ini, jangan arahkan seperti itu; tinggalkanlah ini, dan capailah serta berdiamlah dalam itu.’
‘Think like this, not like that. Focus your mind like this, not like that. Give up this, and live having achieved that.’
Idaṁ vuccati, kevaṭṭa, anusāsanīpāṭihāriyaṁ.
Ini, Kevaṭṭa, disebut keajaiban yang berupa petunjuk.
This is called the demonstration of instruction.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.