an9.72:2.1 Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak terbebas dari nafsu terhadap tubuh …
an9.72:2.2 tidak terbebas dari nafsu terhadap bentuk …
an9.72:2.3 Ia makan sepuasnya hingga perutnya penuh, lalu menikmati kesenangan tidur, kesenangan berbaring, dan kesenangan mengantuk …
an9.72:2.4 Ia menjalani kehidupan suci dengan beraspirasi pada salah satu golongan para dewa: ‘Dengan moralitas ini, atau pelaksanaan ini, atau pertapaan ini, atau kehidupan suci ini, aku akan menjadi dewa atau salah satu di antara para dewa.’
an9.72:2.5 Karena ia menjalani kehidupan suci dengan beraspirasi pada salah satu golongan para dewa: ‘Dengan moralitas ini, atau pelaksanaan ini, atau pertapaan ini, atau kehidupan suci ini, aku akan menjadi dewa atau salah satu di antara para dewa,’ pikirannya tidak condong pada semangat, ketekunan, kesinambungan, dan usaha.
an9.72:2.6 Ketika pikirannya tidak condong pada semangat, ketekunan, kesinambungan, dan usaha, inilah belenggu batin yang kelima.
an9.72:2.7 Inilah, para bhikkhu, kelima belenggu batin itu.
