“Pañcime, bhikkhave, upādānakkhandhā.
“Para bhikkhu, ada lima kelompok kemelekatan ini.
“Mendicants, there are these five grasping aggregates.
Khanda Kemelekatan
Sutta ini sangat ringkas namun padat. Mari kita renungkan bagaimana lima agregat yang kita kenal sehari-hari justru menjadi kemelekatan, dan bagaimana perhatian penuh menjadi kunci untuk melepaskannya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membabarkan tentang lima kelompok kemelekatan (upādānakkhandha) sebagai akar penderitaan, dan menegaskan bahwa untuk melepaskannya, para bhikkhu harus mengembangkan empat penegakan perhatian penuh (satipaṭṭhāna). Ajaran ini menghubungkan pemahaman tentang lima agregat dengan praktik meditasi perhatian penuh sebagai jalan pembebasan.
“Pañcime, bhikkhave, upādānakkhandhā.
“Para bhikkhu, ada lima kelompok kemelekatan ini.
“Mendicants, there are these five grasping aggregates.
Katame pañca?
Apakah lima itu?
What five?
Rūpupādānakkhandho, vedanupādānakkhandho, saññupādānakkhandho, saṅkhārupādānakkhandho, viññāṇupādānakkhandho—
Kelompok kemelekatan pada bentuk, kelompok kemelekatan pada perasaan, kelompok kemelekatan pada persepsi, kelompok kemelekatan pada bentukan-bentukan mental, dan kelompok kemelekatan pada kesadaran—
The grasping aggregates of form, feeling, perception, choices, and consciousness.
ime kho, bhikkhave, pañcupādānakkhandhā.
Ini, para bhikkhu, adalah lima kelompok kemelekatan.
These are the five grasping aggregates.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.