‹
AN 9.5

Balasutta

Balasutta

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 9.5

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah khotbah langsung dari Sang Buddha yang terstruktur dengan jelas. Mari kita simak bagaimana Beliau merinci empat kekuatan yang menjadi fondasi ketangguhan batin seorang praktisi, dan bagaimana kekuatan-kekuatan ini secara langsung menjawab akar dari berbagai ketakutan manusia.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan empat kekuatan yang dimiliki oleh seorang siswa mulia: kekuatan kebijaksanaan, kekuatan usaha, kekuatan tanpa cela, dan kekuatan keramahan. Setiap kekuatan diuraikan secara rinci, termasuk definisi dan contoh penerapannya. Dengan memiliki keempat kekuatan ini, seorang siswa mulia mampu melampaui lima ketakutan, yaitu takut akan mata pencaharian, reputasi buruk, rasa canggung di tengah kumpulan, kematian, dan kelahiran yang buruk.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an9.5:4.1

Katamañca, bhikkhave, saṅgāhabalaṁ?

Dan apakah, para bhikkhu, kekuatan keramahan?

And what is the power of inclusiveness?

an9.5:4.2

Cattārimāni, bhikkhave, saṅgahavatthūni—

Ada empat cara keramahan ini, para bhikkhu—

There are these four ways of being inclusive.

an9.5:4.3

dānaṁ, peyyavajjaṁ, atthacariyā, samānattatā.

memberi, ucapan yang ramah, menolong, dan kesetaraan.

Giving, kindly words, taking care, and equality.

an9.5:4.4

Etadaggaṁ, bhikkhave, dānānaṁ yadidaṁ dhammadānaṁ.

Yang terbaik di antara pemberian, para bhikkhu, adalah pemberian Dhamma.

The best of gifts is the gift of the teaching.

an9.5:4.5

Etadaggaṁ, bhikkhave, peyyavajjānaṁ yadidaṁ atthikassa ohitasotassa punappunaṁ dhammaṁ deseti.

Para bhikkhu, ini adalah yang terunggul di antara ucapan yang ramah, yaitu mengajarkan Dhamma berulang kali kepada seseorang yang penuh perhatian dan mendengarkan dengan saksama.

The best sort of kindly speech is to teach the Dhamma again and again to someone who is engaged and who actively listens.

an9.5:4.6

Etadaggaṁ, bhikkhave, atthacariyānaṁ yadidaṁ assaddhaṁ saddhāsampadāya samādapeti niveseti patiṭṭhāpeti, dussīlaṁ sīlasampadāya … macchariṁ cāgasampadāya … duppaññaṁ paññāsampadāya samādapeti niveseti patiṭṭhāpeti.

Para bhikkhu, ini adalah yang terunggul di antara perbuatan yang bermanfaat, yaitu mendorong, meneguhkan, dan menempatkan orang yang kurang berkeyakinan dalam keyakinan, orang yang tidak bermoral dalam moralitas, orang yang kikir dalam kedermawanan, dan orang yang kurang bijaksana dalam kebijaksanaan.

The best way of taking care is to encourage, settle, and ground the unfaithful in faith, the unethical in ethics, the stingy in generosity, and the ignorant in wisdom.

an9.5:4.7

Etadaggaṁ, bhikkhave, samānattatānaṁ yadidaṁ sotāpanno sotāpannassa samānatto, sakadāgāmī sakadāgāmissa samānatto, anāgāmī anāgāmissa samānatto, arahā arahato samānatto.

Para bhikkhu, ini adalah yang terunggul di antara kesetaraan, yaitu kesetaraan seorang pemasuk arus dengan pemasuk arus lainnya, seorang yang kembali sekali dengan yang kembali sekali lainnya, seorang yang tidak kembali dengan yang tidak kembali lainnya, dan seorang yang sempurna dengan yang sempurna lainnya.

The best kind of equality is the equality of a stream-enterer with another stream-enterer, a once-returner with another once-returner, a non-returner with another non-returner, and a perfected one with another perfected one.

an9.5:4.8

Idaṁ vuccati, bhikkhave, saṅgāhabalaṁ.

Para bhikkhu, ini disebut kekuatan inklusivitas.

This is called the power of inclusiveness.

an9.5:4.9

Imāni kho, bhikkhave, cattāri balāni.

Para bhikkhu, inilah keempat kekuatan itu.

These are the four powers.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.