“‘Khemaṁ, kheman’ti, āvuso, vuccati.
“‘Aman, aman,’ kata mereka, teman.
“Reverend, they speak of ‘a safe place’.
Sutta tentang Keamanan
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna keamanan sejati dalam praktik spiritual. Mari kita simak bagaimana seorang bhikkhu menjelaskan tingkatan-tingkatan 'aman' menurut ajaran Buddha.
Dalam sutta ini, seorang bhikkhu bertanya kepada temannya tentang makna 'aman' (khema) sebagaimana diajarkan oleh Buddha. Temannya menjelaskan bahwa Buddha menyebut 'aman' dalam arti tertentu (pariyāyena) merujuk pada pencapaian jhāna pertama hingga seterusnya, dan dalam arti sepenuhnya (nippariyāyena) ketika seorang bhikkhu mencapai lenyapnya persepsi dan perasaan serta kekotoran batinnya habis.
“‘Khemaṁ, kheman’ti, āvuso, vuccati.
“‘Aman, aman,’ kata mereka, teman.
“Reverend, they speak of ‘a safe place’.
Kittāvatā nu kho, āvuso, khemaṁ vuttaṁ bhagavatā”ti?
Sejauh apakah, teman, yang dikatakan oleh Bhagavā sebagai ‘aman’?”
In what way did the Buddha speak of a safe place?”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.