an9.4:8.1 Kemudian, tidak lama setelah Sang Bhagavā pergi, Yang Mulia Nandako berkata kepada para bhikkhu:
an9.4:8.2 “Sahabat-sahabat, barusan Sang Bhagavā telah menguraikan kehidupan suci yang sepenuhnya lengkap dan murni dalam empat kalimat, sebelum bangkit dari tempat duduknya dan memasuki vihara:
an9.4:8.3 ‘Nandaka, seorang bhikkhu memiliki keyakinan tetapi tidak bermoral.
an9.4:8.4 Dengan demikian ia tidak lengkap dalam hal itu,
an9.4:8.5 dan ia harus melengkapi aspek itu—
an9.4:8.6 dengan berpikir, “Bagaimana aku dapat menjadi berkeyakinan dan juga bermoral?”
an9.4:8.7 Ketika, Nandaka, seorang bhikkhu memiliki keyakinan dan moralitas, maka ia lengkap dalam hal itu.
an9.4:8.8 Nandaka, seorang bhikkhu memiliki keyakinan dan moralitas, tetapi tidak memperoleh ketenangan batin internal. …
an9.4:8.9 Ia memperoleh ketenangan batin internal, tetapi tidak memperoleh kebijaksanaan lebih tinggi dalam melihat fenomena.
an9.4:8.10 Dengan demikian ia tidak lengkap dalam hal itu.
an9.4:8.11 Misalkan, Nandaka, ada seekor hewan berkaki empat yang pincang dan cacat.
an9.4:8.12 Dengan demikian ia tidak lengkap dalam hal itu.
an9.4:8.13 Demikian pula, Nandaka, seorang bhikkhu memiliki keyakinan, moralitas, dan memperoleh ketenangan batin internal, tetapi tidak memperoleh kebijaksanaan lebih tinggi dalam melihat fenomena.
an9.4:8.14 Dengan demikian ia tidak lengkap dalam hal itu,
an9.4:8.15 dan ia harus melengkapi aspek itu, dengan berpikir:
an9.4:8.16 “Bagaimana aku dapat memiliki keyakinan dan moralitas, memperoleh ketenangan batin internal, dan memperoleh kebijaksanaan lebih tinggi dalam melihat fenomena?”
an9.4:8.17 Ketika, Nandaka, seorang bhikkhu memiliki keyakinan, moralitas, memperoleh ketenangan batin internal, dan memperoleh kebijaksanaan lebih tinggi dalam melihat fenomena,
an9.4:8.18 maka ia lengkap dalam hal itu.’

