‹
AN 9.43

Kāyasakkhīsutta

Sutta Saksi Langsung

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 9.43

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pencapaian spiritual tidak hanya soal pemahaman intelektual, tetapi juga pengalaman langsung yang menyentuh seluruh keberadaan. Mari kita simak percakapan dua bhikkhu ini untuk memahami tingkatan-tingkatan meditasi dan makna menjadi 'saksi langsung'.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, seorang bhikkhu bertanya kepada temannya tentang makna sebutan 'saksi langsung' (kāyasakkhī) yang diajarkan oleh Buddha. Temannya menjelaskan bahwa seseorang disebut saksi langsung ketika ia secara langsung mengalami berbagai tingkatan meditasi, mulai dari jhāna pertama hingga pencapaian lenyapnya persepsi dan perasaan, dengan menyentuh setiap dimensi tersebut melalui tubuhnya. Penjelasan ini diberikan secara bertahap, dari makna kiasan hingga makna definitif.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an9.43:4.1

Puna caparaṁ, āvuso, bhikkhu sabbaso rūpasaññānaṁ samatikkamā paṭighasaññānaṁ atthaṅgamā nānattasaññānaṁ amanasikārā ‘ananto ākāso’ti ākāsānañcāyatanaṁ upasampajja viharati.

Lebih jauh lagi, teman, seorang bhikkhu, dengan sepenuhnya melampaui persepsi bentuk, dengan lenyapnya persepsi kontak, tanpa memperhatikan persepsi keberagaman, menyadari ‘ruang adalah tak terbatas’, masuk dan berdiam dalam dimensi ruang tanpa batas.

Furthermore, take a mendicant who, going totally beyond perceptions of form, with the disappearance of perceptions of impingement, not focusing on perceptions of diversity, aware that ‘space is infinite’, enters and remains in the dimension of infinite space.

an9.43:4.2

Yathā yathā ca tadāyatanaṁ tathā tathā naṁ kāyena phusitvā viharati.

Dengan cara apa pun ia mengalami dimensi itu, demikianlah ia berdiam dengan menyentuhnya melalui tubuh.

They meditate directly experiencing that dimension in every way.

an9.43:4.3

Ettāvatāpi kho, āvuso, kāyasakkhī vutto bhagavatā pariyāyena …pe….

Sejauh ini pun, teman, saksi langsung dikatakan oleh Bhagavā dalam arti tertentu … Lebih jauh lagi, teman, seorang bhikkhu masuk dan berdiam dalam dimensi kesadaran tanpa batas … dimensi kekosongan … dimensi bukan persepsi maupun bukan non-persepsi …

To this extent the Buddha spoke of the direct witness in a qualified sense. Furthermore, take a mendicant who enters and remains in the dimension of infinite consciousness … the dimension of nothingness … the dimension of neither perception nor non-perception …

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.