an9.41:14.1 Kemudian aku berpikir, Ānanda:
an9.41:14.2 ‘Bagaimana jika aku, dengan sepenuhnya melampaui landasan kekosongan, masuk dan berdiam dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi?’
an9.41:14.3 Tetapi, Ānanda, pikiranku tidak melompat, tidak menjadi yakin, tidak mantap, dan tidak terbebaskan dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, karena aku tidak melihatnya sebagai kedamaian.
an9.41:14.4 Kemudian, Ānanda, aku berpikir:
an9.41:14.5 ‘Apakah sebab, apakah alasan, mengapa pikiranku tidak melompat maju, tidak memperoleh keyakinan, tidak mantap, dan tidak terbebaskan dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, padahal aku melihatnya sebagai damai’?
an9.41:14.6 Kemudian, Ānanda, aku berpikir:
an9.41:14.7 ‘Aku belum melihat kekurangan dalam landasan kekosongan, dan karena itu aku belum mengembangkannya. Aku belum merealisasi manfaat landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, dan karena itu aku belum melatihnya.
an9.41:14.8 Itulah sebabnya pikiranku tidak melompat maju, tidak memperoleh keyakinan, tidak mantap, dan tidak terbebaskan dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, dan aku tidak melihatnya sebagai damai.’
an9.41:14.9 Kemudian, Ānanda, aku berpikir:
an9.41:14.10 ‘Seandainya aku, setelah melihat kekurangan dalam landasan kekosongan, mengembangkannya, dan setelah merealisasi manfaat landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, melatihnya, maka adalah mungkin bahwa pikiranku akan melompat maju, memperoleh keyakinan, mantap, dan terbebaskan dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, dan aku akan melihatnya sebagai damai.’
an9.41:14.11 Maka, Ānanda, setelah beberapa waktu, aku melihat kekurangan dalam landasan kekosongan dan mengembangkannya, dan aku merealisasi manfaat landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi dan melatihnya.
an9.41:14.12 Kemudian, Ānanda, pikiranku melompat maju, memperoleh keyakinan, mantap, dan terbebaskan dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi. Aku melihatnya sebagai damai.
an9.41:14.13 Maka, Ānanda, dengan sepenuhnya melampaui landasan kekosongan, aku masuk dan berdiam dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi.
an9.41:14.14 Ketika aku, Ānanda, berdiam dalam meditasi ini, persepsi dan perhatian yang disertai landasan kekosongan muncul padaku. Itu adalah suatu penyakit bagiku.
an9.41:14.15 Bagaikan, Ānanda, jika seseorang yang bahagia mengalami penderitaan, itu hanyalah penyakit baginya;
an9.41:14.16 demikian pula, ketika persepsi dan perhatian yang disertai landasan kekosongan muncul padaku, itu adalah suatu penyakit bagiku.

