an9.41:13.1 Kemudian aku berpikir, Ānanda:
an9.41:13.2 ‘Bagaimana jika aku, dengan sepenuhnya melampaui landasan kesadaran tanpa batas, menyadari “tidak ada apa pun”, dan berdiam dalam landasan kekosongan?’
an9.41:13.3 Tetapi, Ānanda, pikiranku tidak melompat, tidak menjadi yakin, tidak mantap, dan tidak terbebaskan dalam landasan kekosongan, karena aku tidak melihatnya sebagai kedamaian.
an9.41:13.4 Kemudian aku berpikir, Ānanda:
an9.41:13.5 ‘Apakah sebabnya, apakah alasannya, sehingga pikiranku tidak melompat, tidak menjadi yakin, tidak mantap, dan tidak terbebaskan dalam landasan kekosongan, dan aku tidak melihatnya sebagai kedamaian?’
an9.41:13.6 Kemudian aku berpikir, Ānanda:
an9.41:13.7 ‘Aku belum melihat bahaya dalam landasan kesadaran tanpa batas, dan karena itu aku belum mengembangkannya. Aku belum merealisasi manfaat landasan kekosongan, dan karena itu aku belum melatihnya.
an9.41:13.8 Itulah sebabnya pikiranku tidak melompat, tidak menjadi yakin, tidak mantap, dan tidak terbebaskan dalam landasan kekosongan, dan aku tidak melihatnya sebagai kedamaian.’
an9.41:13.9 Kemudian aku berpikir, Ānanda:
an9.41:13.10 ‘Jika aku, setelah melihat bahaya dalam landasan kesadaran tanpa batas, mengembangkannya, dan setelah merealisasi manfaat landasan kekosongan, melatihnya, maka adalah mungkin bahwa pikiranku akan melompat, menjadi yakin, mantap, dan terbebaskan dalam landasan kekosongan, dan aku akan melihatnya sebagai kedamaian.’
an9.41:13.11 Maka, Ānanda, setelah beberapa waktu, aku melihat bahaya dalam landasan kesadaran tanpa batas dan mengembangkannya, dan aku merealisasi manfaat landasan kekosongan dan melatihnya.
an9.41:13.12 Kemudian, Ānanda, pikiranku melompat, menjadi yakin, mantap, dan terbebaskan dalam landasan kekosongan. Aku melihatnya sebagai kedamaian.
an9.41:13.13 Maka, Ānanda, dengan sepenuhnya melampaui landasan kesadaran tanpa batas, menyadari ‘tidak ada apa pun’, aku masuk dan berdiam dalam landasan kekosongan.
an9.41:13.14 Ketika aku berdiam dalam pencapaian itu, Ānanda, persepsi dan perhatian yang disertai landasan kesadaran tanpa batas melanda diriku, dan itu adalah penderitaan bagiku.
an9.41:13.15 Bagaikan, Ānanda, rasa sakit muncul pada orang yang bahagia, yang merupakan penderitaan baginya;
an9.41:13.16 demikian pula, ketika persepsi dan perhatian yang disertai landasan kesadaran tanpa batas melanda diriku, itu adalah penderitaan bagiku.

