an9.41:11.1 Kemudian aku berpikir,
an9.41:11.2 ‘Bagaimana jika aku, dengan sepenuhnya melampaui persepsi bentuk, dengan lenyapnya persepsi kontak, dengan tidak memperhatikan persepsi keberagaman, menyadari “ruang adalah tanpa batas”, masuk dan berdiam dalam dimensi ruang tanpa batas?’
an9.41:11.3 Tetapi, Ananda, pikiranku tidak melompat, tidak percaya, tidak tenang, dan tidak terbebaskan dalam dimensi ruang tanpa batas. Aku tidak melihatnya sebagai kedamaian.
an9.41:11.4 Kemudian aku berpikir,
an9.41:11.5 ‘Apakah sebabnya, apakah alasannya, sehingga pikiranku tidak melompat, tidak percaya, tidak tenang, dan tidak terbebaskan dalam dimensi ruang tanpa batas? Mengapa aku tidak melihatnya sebagai kedamaian?’
an9.41:11.6 Kemudian aku berpikir,
an9.41:11.7 ‘Aku belum melihat bahaya dalam bentuk-bentuk, dan karena itu aku belum mengembangkannya secara berlimpah. Aku belum merealisasi manfaat dalam dimensi ruang tanpa batas, dan karena itu aku belum mengembangkannya.
an9.41:11.8 Oleh karena itu, pikiranku tidak melompat, tidak percaya, tidak tenang, dan tidak terbebaskan dalam dimensi ruang tanpa batas. Dan aku tidak melihatnya sebagai kedamaian.’
an9.41:11.9 Kemudian aku berpikir,
an9.41:11.10 ‘Seandainya aku, setelah melihat bahaya dalam bentuk-bentuk, mengembangkannya secara berlimpah. Dan seandainya aku, setelah merealisasi manfaat dalam dimensi ruang tanpa batas, mengembangkannya. Maka adalah mungkin bahwa pikiranku akan melompat, percaya, tenang, dan terbebaskan dalam dimensi ruang tanpa batas. Dan aku akan melihatnya sebagai kedamaian.’
an9.41:11.11 Maka, Ananda, setelah beberapa waktu, aku melihat bahaya dalam bentuk-bentuk dan mengembangkannya secara berlimpah, dan aku merealisasi manfaat dalam dimensi ruang tanpa batas dan mengembangkannya.
an9.41:11.12 Kemudian, Ānanda, pikiranku melonjak, memperoleh keyakinan, menjadi tenang, dan kokoh dalam dimensi ruang tanpa batas. Aku melihatnya sebagai kedamaian.
an9.41:11.13 Maka, Ānanda, dengan sepenuhnya melampaui persepsi bentuk, dengan lenyapnya persepsi kontak indrawi, dengan tidak memperhatikan persepsi keberagaman, menyadari bahwa ‘ruang adalah tanpa batas’, aku masuk dan berdiam dalam dimensi ruang tanpa batas.
an9.41:11.14 Ketika aku berdiam dalam pencapaian itu, Ānanda, persepsi dan perhatian yang menyertai bentuk muncul kembali. Itu merupakan gangguan bagiku.
an9.41:11.15 Bagaikan, Ānanda, jika seseorang yang bahagia mengalami penderitaan, itu tentu menjadi gangguan baginya;
an9.41:11.16 demikian pula, ketika persepsi dan perhatian yang menyertai bentuk muncul kembali, itu merupakan gangguan bagiku.

