Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 9.40
Kenali dunia dalam sutta ini
Mari kita renungkan perumpamaan gajah liar ini sebagai cermin bagi kehidupan spiritual kita sendiri. Sutta ini mengajak kita untuk melihat bagaimana keterikatan pada keramaian dan interaksi sosial dapat menjadi penghalang, dan bagaimana keberanian untuk menyendiri membuka jalan menuju kedamaian batin yang mendalam.
Sutta ini menggunakan perumpamaan seekor gajah jantan liar yang merasa terganggu oleh kehadiran gajah-gajah lain dan memilih untuk menyendiri dari kawanannya. Perumpamaan ini dianalogikan dengan seorang bhikkhu yang merasa sesak oleh banyaknya orang di sekitarnya, lalu memilih tempat terpencil untuk berlatih meditasi. Melalui latihan ini, ia membersihkan pikirannya dari berbagai rintangan dan mencapai pencapaian spiritual yang mendalam, hingga akhirnya kekotoran batinnya lenyap.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an9.40:3.1 At that time the wild bull elephant thinks:
an9.40:3.2 ‘Formerly I lived crowded by other males, females, younglings, and cubs. I ate the grass they’d trampled, and they ate the broken branches I’d dragged down. I drank muddy water, and after my bath the female elephants bumped into me. Now I live alone, and I’m free of all these things.’ He breaks off a branch and scratches his body, happily relieving his itches.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 9.40 · Perumpamaan Gajah Jantan Liar di Hutan | Tiga Keranjang