‹
AN 9.36

Jhānasutta

Khotbah tentang Jhāna

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 9.36

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita melihat bahwa pencapaian meditasi yang mendalam sekalipun bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk melihat realitas secara jernih. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci setiap tahap jhāna sebagai batu loncatan menuju kebebasan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa semua tingkatan jhāna, dari jhāna pertama hingga pencapaian tanpa persepsi, dapat menjadi landasan untuk mencapai akhir kekotoran batin. Beliau menguraikan bagaimana seorang bhikkhu merenungkan fenomena batin dalam setiap pencapaian sebagai tidak kekal dan bukan diri, lalu mengarahkan pikiran pada nibbāna. Jika belum mencapai pembebasan penuh, praktisi itu akan terlahir kembali secara spontan di alam yang lebih tinggi karena kemelekatan pada Dhamma itu sendiri.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an9.36:5.1 Seyyathāpi, bhikkhave, issāso vā issāsantevāsī vā tiṇapurisarūpake vā mattikāpuñje vā yoggaṁ karitvā, so aparena samayena dūrepātī ca hoti akkhaṇavedhī ca mahato ca kāyassa padāletā;

an9.36:5.2 evamevaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu sukhassa ca pahānā …pe… catutthaṁ jhānaṁ upasampajja viharati.

an9.36:5.3 So yadeva tattha hoti rūpagataṁ vedanāgataṁ …pe…

an9.36:5.5 ‘Catutthampāhaṁ, bhikkhave, jhānaṁ nissāya āsavānaṁ khayaṁ vadāmī’ti, iti yaṁ taṁ vuttaṁ, idametaṁ paṭicca vuttaṁ.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.