‹
AN 9.35

Gāvīupamāsutta

Sutta Perumpamaan Sapi

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 9.35

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan yang dekat dengan kehidupan agraris untuk menjelaskan prinsip meditasi yang mendalam. Mari kita simak bagaimana perbandingan antara sapi yang cerdas dan yang bodoh mengajarkan kita tentang pentingnya ketekunan dan kestabilan dalam latihan batin.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini menggunakan perumpamaan seekor sapi gunung untuk mengajarkan pentingnya menguasai landasan meditasi sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Seorang bhikkhu yang tidak memantapkan jhāna pertama akan gagal mencapai jhāna kedua dan bahkan kehilangan kemampuan jhāna pertamanya, sedangkan yang bijaksana akan mengembangkan setiap pencapaian secara bertahap hingga mencapai berbagai kekuatan batin dan kebebasan akhir.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an9.35:4.2 ‘Why don’t I, as the placing of the mind and keeping it connected are stilled, enter and remain in the second absorption, which has the rapture and bliss born of immersion, with internal clarity and mind at one, without placing the mind and keeping it connected.’

an9.35:4.3 Without charging at the second absorption, as the placing of the mind and keeping it connected are stilled, they enter and remain in the second absorption.

an9.35:4.4 They cultivate, develop, and make much of that basis, ensuring that it’s properly stabilized.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.