an9.25:1.1 “Yato kho, bhikkhave, bhikkhuno paññāya cittaṁ suparicitaṁ hoti, tassetaṁ, bhikkhave, bhikkhuno kallaṁ vacanāya:
an9.25:1.2 ‘khīṇā jāti, vusitaṁ brahmacariyaṁ, kataṁ karaṇīyaṁ, nāparaṁ itthattāyāti pajānāmī’ti.
Kebijaksanaan yang Memperkuat
Dalam sutta ini, Sang Buddha memberikan kriteria yang jelas dan praktis untuk mengenali pikiran yang telah mencapai kebebasan. Mari kita simak dengan tenang bagaimana beliau merinci tanda-tanda tersebut.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa seorang bhikkhu yang pikirannya telah dipersiapkan dengan baik oleh kebijaksanaan dapat dengan yakin menyatakan pencapaian pencerahan. Persiapan ini mencakup pemahaman bahwa pikiran telah bebas dari keserakahan, kebencian, dan delusi, serta tidak akan kembali ke alam-alam kelahiran kembali mana pun.
an9.25:1.1 “Yato kho, bhikkhave, bhikkhuno paññāya cittaṁ suparicitaṁ hoti, tassetaṁ, bhikkhave, bhikkhuno kallaṁ vacanāya:
an9.25:1.2 ‘khīṇā jāti, vusitaṁ brahmacariyaṁ, kataṁ karaṇīyaṁ, nāparaṁ itthattāyāti pajānāmī’ti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.