an9.25:2.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, pikiran seorang bhikkhu dipersiapkan dengan baik oleh kebijaksanaan?
an9.25:2.2 Ketika ia mengetahui: ‘Pikiranku bebas dari nafsu,’ maka pikirannya dipersiapkan dengan baik oleh kebijaksanaan.
an9.25:2.3 … ‘Pikiranku bebas dari kebencian.’
an9.25:2.4 … ‘Pikiranku bebas dari delusi.’
an9.25:2.5 … ‘Pikiranku tidak akan kembali menjadi bernafsu.’
an9.25:2.6 … ‘Pikiranku tidak akan kembali menjadi penuh kebencian.’
an9.25:2.7 … ‘Pikiranku tidak akan kembali menjadi delusi.’
an9.25:2.8 … ‘Pikiranku tidak akan kembali ke kelahiran di alam nafsu indria.’
an9.25:2.9 … ‘Pikiranku tidak akan kembali ke kelahiran di alam berbentuk.’
an9.25:2.10 … ‘Pikiranku tidak akan kembali ke kelahiran di alam tanpa bentuk.’
an9.25:2.11 Ketika, para bhikkhu, pikiran seorang bhikkhu telah dipersiapkan dengan baik oleh kebijaksanaan, maka layak baginya untuk berkata:
an9.25:2.12 ‘Aku memahami: “Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.”’”
an9.25:2.13 Kelima.
