an9.22:1.1 “Tayo ca, bhikkhave, assakhaḷuṅke desessāmi tayo ca purisakhaḷuṅke tayo ca assaparasse tayo ca purisaparasse tayo ca bhadde assājānīye tayo ca bhadde purisājānīye.
an9.22:1.2 Taṁ suṇātha. (…)
Kuda Liar
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas diri sendiri melalui perumpamaan yang indah. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha memetakan tingkatan kemajuan spiritual, dari yang baru memulai hingga yang telah mencapai tujuan akhir, dengan analogi yang mudah dipahami.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan tiga jenis kuda—liar, unggul, dan berdarah murni—untuk mengilustrasikan tiga tingkatan kualitas seorang praktisi. Kualitas tersebut diukur dari 'kecepatan' (pemahaman mendalam akan kebenaran), 'keindahan' (kemampuan menjawab pertanyaan seputar Dhamma dan Vinaya), dan 'proporsi tubuh' (kemampuan memperoleh kebutuhan hidup). Sutta ini secara progresif memetakan tingkatan pencapaian spiritual, dari pemahaman Empat Kebenaran Mulia hingga pencapaian Arahat, dan mengaitkannya dengan kualitas-kualitas pendukung seorang bhikkhu.
an9.22:1.1 “Tayo ca, bhikkhave, assakhaḷuṅke desessāmi tayo ca purisakhaḷuṅke tayo ca assaparasse tayo ca purisaparasse tayo ca bhadde assājānīye tayo ca bhadde purisājānīye.
an9.22:1.2 Taṁ suṇātha. (…)
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.