an9.20:1.1 At one time the Buddha was staying near Sāvatthī in Jeta’s Grove, Anāthapiṇḍika’s monastery.
an9.20:1.2 Then the householder Anāthapiṇḍika went up to the Buddha, bowed, and sat down to one side. The Buddha said to him,
Tentang Velāma
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas batin di balik perbuatan memberi, dan bagaimana praktik batin sederhana bisa melampaui persembahan yang paling megah sekalipun.
Buddha mengajarkan kepada perumah tangga Anāthapiṇḍika bahwa cara memberi lebih penting daripada jumlah pemberian. Ia menceritakan kehidupan lampaunya sebagai brahmana Velāma yang memberikan persembahan agung, namun karena tidak ada penerima yang layak, buahnya kalah dibanding perbuatan kecil seperti mengembangkan cinta kasih atau persepsi ketidakkekalan.
an9.20:1.1 At one time the Buddha was staying near Sāvatthī in Jeta’s Grove, Anāthapiṇḍika’s monastery.
an9.20:1.2 Then the householder Anāthapiṇḍika went up to the Buddha, bowed, and sat down to one side. The Buddha said to him,
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.