Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 9.19
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana sikap kita terhadap para praktisi dan ajaran dapat membawa konsekuensi. Mari kita simak kisah para dewata ini dan pesan Buddha tentang ketekunan dalam berlatih.
Pada suatu malam, banyak dewata mendatangi Buddha dan menceritakan kehidupan lampau mereka sebagai manusia. Mereka mengakui berbagai kekurangan dalam melayani para pertapa yang datang ke rumah mereka, seperti tidak berdiri menyambut, tidak memberi hormat, tidak mempersilakan duduk, tidak berbagi, tidak mendengarkan Dhamma dengan sungguh-sungguh, hingga tidak mempraktikkan ajaran. Akibatnya, mereka terlahir di alam rendah. Namun, ada juga dewata yang telah melaksanakan semua kewajiban tersebut dengan sempurna, sehingga terlahir di alam luhur. Buddha menutup khotbahnya dengan mengingatkan para bhikkhu agar berlatih jhāna dan tidak lengah, agar tidak menyesal seperti dewata yang pertama.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an9.19:4.1 Then several other deities came to me and said:
an9.19:4.2 ‘Sir, formerly when we were human beings, renunciates came to our homes.
an9.19:4.3 We politely rose, bowed, and offered them a seat. We shared as best we could. We sat nearby to listen to the teachings, lent an ear, memorized them, and examined their meaning. Understanding the teaching and the meaning we practiced in line with the teaching.
an9.19:4.4 And so, having fulfilled our duty, free of remorse and regret, we were reborn in a superior realm.’
an9.19:4.5 Here, mendicants, are these roots of trees, and here are these empty huts. Practice absorption, mendicants! Don’t be negligent! Don’t regret it later, like those former deities.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.