‹
AN 9.18

Navaṅguposathasutta

Uposatha dengan Sembilan Faktor

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 9.18

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita melihat praktik uposatha bukan sekadar aturan, melainkan sebagai cara meniru kualitas para Arahant dan memperluasnya dengan cinta kasih. Mari kita simak bagaimana sembilan faktor ini diuraikan satu per satu.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini menjelaskan bagaimana seorang siswa mulia menjalankan uposatha (hari suci) dengan sembilan faktor. Delapan faktor pertama adalah latihan moral yang meniru perilaku para Arahant, seperti tidak membunuh dan menghindari tempat tidur tinggi. Faktor kesembilan yang membedakannya adalah pengembangan cinta kasih (mettā) ke segala arah, yang menjadikan uposatha ini sangat berbuah dan bermanfaat.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an9.18:1.1

“Navahi, bhikkhave, aṅgehi samannāgato uposatho upavuttho mahapphalo hoti mahānisaṁso mahājutiko mahāvipphāro.

“Para bhikkhu, uposatha yang dijalankan dengan delapan faktor menghasilkan buah besar, manfaat besar, kecemerlangan besar, dan pengaruh luas.

“Mendicants, the observance of the sabbath with its nine factors is very fruitful and beneficial and brilliant and bountiful.

an9.18:1.2

Kathaṁ upavuttho ca, bhikkhave, navahaṅgehi samannāgato uposatho mahapphalo hoti mahānisaṁso mahājutiko mahāvipphāro?

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, uposatha yang dijalankan dengan sembilan faktor menghasilkan buah besar, manfaat besar, kecemerlangan besar, dan pengaruh luas?

And how should it be observed?

an9.18:1.3

Idha, bhikkhave, ariyasāvako iti paṭisañcikkhati:

Di sini, para bhikkhu, seorang siswa mulia merenungkan demikian:

It’s when a noble disciple reflects:

an9.18:1.4

‘yāvajīvaṁ arahanto pāṇātipātaṁ pahāya pāṇātipātā paṭiviratā nihitadaṇḍā nihitasatthā lajjī dayāpannā sabbapāṇabhūtahitānukampino viharanti;

‘Selama hidup, para Arahant meninggalkan pembunuhan makhluk hidup, menghindari pembunuhan, dengan tongkat diletakkan, dengan senjata diletakkan, malu berbuat salah, penuh belas kasih, berdiam dengan simpati demi kesejahteraan semua makhluk hidup;

‘As long as they live, the perfected ones give up killing living creatures, renouncing the rod and the sword. They are scrupulous and kind, and live full of sympathy for all living beings.

an9.18:1.5

ahampajja imañca rattiṁ imañca divasaṁ pāṇātipātaṁ pahāya pāṇātipātā paṭivirato nihitadaṇḍo nihitasattho lajjī dayāpanno sabbapāṇabhūtahitānukampī viharāmi.

aku juga, pada hari ini dan malam ini, meninggalkan pembunuhan makhluk hidup, menghindari pembunuhan, dengan tongkat diletakkan, dengan senjata diletakkan, malu berbuat salah, penuh belas kasih, berdiam dengan simpati demi kesejahteraan semua makhluk hidup.

I, too, for this day and night will give up killing living creatures, renouncing the rod and the sword. I’ll be scrupulous and kind, and live full of sympathy for all living beings.

an9.18:1.6

Imināpaṅgena arahataṁ anukaromi; uposatho ca me upavuttho bhavissatī’ti.

Dengan faktor ini, aku meniru para Arahant; dan uposathaku akan dijalankan.’

I will observe the sabbath by doing as the perfected ones do in this respect.’

an9.18:1.7

Iminā paṭhamena aṅgena samannāgato hoti …pe….

Inilah faktor pertamanya. …

This is its first factor. …

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.