Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 8.86
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menampilkan percakapan pribadi antara Sang Buddha dan pelayan-Nya, Nāgita, di tengah keramaian umat yang ingin memberikan persembahan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merespons situasi tersebut dan apa yang Beliau ajarkan tentang ketenaran, kebahagiaan, dan pilihan tempat tinggal bagi para praktisi.
Sang Buddha sedang berkelana di negeri Kosala dan singgah di dekat desa brahmana Icchānaṅgala. Para penduduk desa datang membawa banyak makanan untuk dipersembahkan, namun Sang Buddha justru mengungkapkan kepada pelayannya, Yang Mulia Nāgita, bahwa Ia tidak menginginkan ketenaran. Beliau kemudian menjelaskan tentang bahaya kenikmatan duniawi dari perolehan, penghormatan, dan popularitas, serta membandingkan kehidupan bhikkhu yang berdiam di dekat desa dengan yang berdiam di hutan, menunjukkan mengapa Beliau lebih menghargai kebahagiaan pelepasan dan keterasingan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.86:1.1 At one time the Buddha was wandering in the land of the Kosalans together with a large Saṅgha of mendicants when he arrived at a village of the Kosalan brahmins named Icchānaṅgala.
an8.86:1.2 He stayed in a forest near Icchānaṅgala.
an8.86:1.3 The brahmins and householders of Icchānaṅgala heard:
an8.86:1.4 “It seems the ascetic Gotama—a Sakyan, gone forth from a Sakyan family—has arrived at Icchānaṅgala. He is staying in a forest near Icchānaṅgala.
an8.86:1.6 ‘That Blessed One is perfected, a fully awakened Buddha, accomplished in knowledge and conduct, holy, knower of the world, supreme guide for those fit for training, teacher of gods and humans, awakened, blessed.’ …
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.